Minggu, 16 Desember 2018

Wali Kota Airin Kirim Relawan untuk Korban Gempa Palu, Tugasnya?

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota Basarnas bersama TNI dan relawan membawa kantong berisi jenazah korban gempa dan tsunami di Balaroa, Palu, Sulawesi Tengah, Kamis 4 Oktober 2018. Ratanya kelurahan Balora membuat banyaknya korban jiwa yang tertimbun, rumah yang rata dengan tanah dan barang berharga milik warga yang hilang. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

    Anggota Basarnas bersama TNI dan relawan membawa kantong berisi jenazah korban gempa dan tsunami di Balaroa, Palu, Sulawesi Tengah, Kamis 4 Oktober 2018. Ratanya kelurahan Balora membuat banyaknya korban jiwa yang tertimbun, rumah yang rata dengan tanah dan barang berharga milik warga yang hilang. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

    TEMPO.CO, Tangerang Selatan - Sebanyak sepuluh orang relawan dikirim Pemerintah Kota Tangerang Selatan untuk membantu korban gempa Palu yang meliputi bencana di Palu, Donggala dan Sigi, Sulawesi Tengah. Sebelumnya pemerintah kota Tangerang Selatan mengirim 15 orang Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) ke Palu.

    "10 orang ini terdiri dari lima orang dari Palang Merah Indonesia Tangerang Selatan dan lima orang dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah kota Tangerang Selatan," kata Wali Kota Airin Rachmi Diany, Jumat, 5 Oktober 2018 terkait bantuan penanggulangan gempa Palu.

    Baca : Korban Meninggal Gempa dan Tsunami Palu Menjadi 1.558 Orang

    Menurut Airin sebelum memberangkatkan sepuluh orang relawan ini, 15 anggota Satpol PP kota Tangerang Selatan sudah terlebih dulu sampai di kota Palu dan vergabung bersama Satpol PP kota Palu untuk membantu korban gempa dan tsunami.

    "Kalau relawan dari pemerintah kota Tangerang Selatan ini sudah sampai, maka akan bergabung bersama PMI pusat dan pemerintah kota Palu," Airin menambahkan.

    Warga mengikuti salah Jumat berjamaah di stadion sepak bola dekat kamp pengungsian sementara korban gempa dan tsunami di desa Lolu di luar Palu, Sulawesi Tengah, 5 Oktober 2018. REUTERS/Beawiharta

    Relawan yang diberangkatkan ini, kata Airin adalah orang yang dipilih berdasarkan kemampuan dan keahlian masing masing serta sudah terampil dan mengikuti pelatihan.

    "Mereka para relawan dari pemerintah kota Tangerang Selatan ini selain membantu korban bencana, mereka juga melakukan laporan kepada kami, apa saja yang di butuhkan korban bencana disana," katanya.

    Simak juga :
    Anies Buka Penampuangan Bantuan Gempa dan Tsunami Palu di DKI

    Sementara Kepala Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Tangsel Suhara Manulang mengatakan, PMI kota Tangsel membawa 43 kantong jenazah dan melakukan assesmen. "Kita akan cari tahu disana yang diperlukan apa saja. Setelah melakukan assesmen baru nanti kita akan mengirimkan bantuan berikutnya," tuturnya.

    Prajurit TNI berjaga di depan toko milik warga di Pasar Masomba, Palu, Sulawesi Tengah, Kamis, 4 Oktober 2018. TNI menurunkan tiga batalion pasukan keamanan untuk memulihkan perekonomian pascabencana gempa Palu, Donggala, dan Sigi. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

    Menurut Suhara, dengan dilakukan asessmen, pihaknya juga akan mengetahui apakah di lokasi bencana gempa Palu perlu ditambah dokter, obat- obatan serta kantong darah yang akan di bawa.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Serunya Adu Cuit Pendukung Jokowi Versus Prabowo di Jagat Twitter

    Di Twitter, perang cuit antara pendukung Jokowi - Ma'ruf Amin dengan Prabowo - Sandiaga tak kalah seru dengan "perat darat".