Senin, 17 Desember 2018

OK OTrip Diubah, Anies Baswedan Gelar Sayembara Logo Jak Lingko

Reporter:
Editor:

Untung Widyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan ganti nama OK OTrip dengan Jak Lingko di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin, 8 Oktober 2018. TEMPO/Lani Diana

    Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan ganti nama OK OTrip dengan Jak Lingko di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin, 8 Oktober 2018. TEMPO/Lani Diana

    TEMPO.CO, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan mengajak warga Jakarta untuk berpartisipasi merancang logo nama Jak Lingko, program pengganti One Karcis One Trip (OK OTrip).

    "Kami ingin buka sayembara untuk merancang logo Jak Lingko," kata Anies Baswedan di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin, 8 Oktober 2018.

    Baca juga: Anies Baswedan Luncurkan Nama Baru Pengganti OK OTrip

    Untuk merealisasikan logo itu, Pemprov DKI bekerja sama dengan Asosiasi Desain Grafis Indonesia (ADGI). Dia menargetkan desain Jak Lingko rampung sebelum akhir Oktober 2018. Dengan begitu, desain diluncurkan pada akhir bulan ini.

    "Insya Alah Oktober sayembara dan desain jadi," ujar Anies Baswedan.

    Menurutnya, aspek teknis pelaksanaan sayembara akan dikerjakan oleh PT Transportasi Jakarta dan ADGI. Kepala Hubungan Masyarakat PT Transjakarta Wibowo menuturkan, pihaknya belum menentukan tanggal dimulainya sayembara.

    "Nanti akan disampaikan untuk pengumumannya," ujar Wibowo.

    Hari ini, Anies Baswedan meluncurkan nama baru pengganti One Karcis One Trip (OK Otrip). Dia memberi nama Jak Lingko yang artinya tersambungkan. Anies Baswedan ingin sistem transportasi umum yang terintegrasi tercermin di Jak Lingko.

    Anies Baswedan ingin agar transportasi umum seperti microbus, bus berukuran sedang dan besar, mass rapid transit (MRT), dan light rail transit (LRT) saling terhubung. Artinya, masyarakat dapat menggunakan bus dilanjutkan dengan naik kendaraan berbasis rel.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fintech Lending, Marak Pengutang dan Pemberi Utang

    Jumlah lender dan borrower untuk layanan fintech lending secara peer to peer juga terus bertumbuh namun jumlah keduanya belum seimbang.