Ketua DPRD Sarankan Transportasi Ini Ketimbang Becak ke Anies

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga menggunakan transportasi becak di Cilincing, Jakarta Utara, 17 Januari 2018. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berencana untuk kembali mengoperasikan becak di kampung-kampung. Tempo/Fakhri Hermansyah

    Warga menggunakan transportasi becak di Cilincing, Jakarta Utara, 17 Januari 2018. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berencana untuk kembali mengoperasikan becak di kampung-kampung. Tempo/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atau DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi menyarankan kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk mendorong masyarakat menggunakan moda transportasi lain ketimbang becak.

    Moda itu adalah sepeda. Sebab, menurut Prasetyo, becak akan menghasilkan permasalahan yang sulit ditindaklanjuti nantinya.

    Baca : Ketua DPRD Tolak Becak Boleh di DKI: Buat Apa Ada LRT dan MRT?

    "Saya baru pulang dari luar negeri, saya lihat kehidupan kota Belanda dan Paris, masyarakat banyak yang pakai sepeda, diperluas itu aja," ujar Prasetyo di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin, 8 Oktober 2018.

    Lebih lanjut, Prasetyo mengaku tak bisa berkata-kata saat mendengar becak bisa kembali beroperasi di Jakarta. Menurut dia, moda transportasi kendaraan itu sudah ditiadakan di masa Gubernur Ali Sadikin. "Speechless lah, ga bisa sampai ke situ pemikiran saya (soal becak bisa beroperasi)," ujar dia.

    Becak

    Prasetyo juga mengatakan saat ini Jakarta sudah memiliki moda transportasi yang maju seperti LRT, MRT, dan bua Transjakarta. Menurut dia, di ibu kota sebuah negara, moda transportasi seperti itu yang seharusnya dikembangkan.

    Sebelumnya, Koordinator Serikat Becak Jakarta (SEBAJA) Rasdulah menyampaikan, di satu tahun pemerintah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, saat para penarik becak bisa tenang mencari nafkah di Jakarta. Ia menuturkan saat ini tukang becak tak lagi ditangkapi oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) seperti dulu.

    "Tapi ini hanya khusus untuk becak yang resmi terdaftar. Jumlahnya ada 1.685 yang tersebar di 16 titik," ujar Rasdulah di acara evaluasi satu tahun kinerja Anies Baswedan di Kampung Rawa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Ahad, 7 Oktober 2018.

    Simak pula : Gerindra dan PKS Bahas Nama Calon Wagub DKI Jakarta 3 Hari Lagi

    Rasdulah mengatakan ribuan tukang becak itu terdaftar dan memiliki kartu tanda anggota SEBAJA. Selian itu, saat bekerja mereka memakai rompi khusus dan di becaknya ada stiker dari Dinas Perhubungan DKI Jakarta. Mereka, kata Rasdulah, merupakan warga Jakarta.

    "Kalau ada yang dari luar dan tak ada atribut yang saya jelaskan tadi, becaknya ditangkap Satpol PP, dikandangin," ujar dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    KPK Berencana Menghapus Hasil Penyadapan 36 Perkara

    Terdapat mekanisme yang tak tegas mengenai penghapusan hasil penyadapan 36 penyelidikan yang dihentikan KPK.