Senin, 10 Desember 2018

Anies Sudah 3 Kali Minta Wagub DKI, PKS dan Gerindra Masih Alot

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat menerima obor dari Ketua INAPGOC Raja Sapta Oktohari di Balai Kota, Jakarta Pusat, Ahad, 30 September 2018. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat menerima obor dari Ketua INAPGOC Raja Sapta Oktohari di Balai Kota, Jakarta Pusat, Ahad, 30 September 2018. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali meminta Gerindra dan PKS segera memutuskan nama Wakil Gubernur DKI pengganti Sandiaga Uno. Ini adalah permintaan Anies yang ketiga kalinya sejak Sandiaga mundur dari kursi Wagub DKI. 

    Baca: Rombongan Anies Bantu Evakuasi Korban Kecelakaan di Tol Cipali

    Namun Anies tidak memberikan kriteria tertentu untuk calon pendampingnya. “Saya menunggu dari partai saja,” katanya, Senin 8 Oktober 2018.

    Permintaan ini disampaikan Anies yang mengeluh kerepotan menghadiri beberapa agenda, khususnya agenda di luar Balai Kota DKI Jakarta. Namun untuk kegiatan internal, mantan Menteri Pendidikan tersebut tidak merasa terganggu kinerjanya.

    Anies menyebut pengambilan keputusan mengenai sebuah kebijakan di satuan kerja perangkat daerah (SKPD) tetap menjadi tanggung jawabnya.

    Kan ada deputi, ada asisten, jadi secara pekerjaan di lingkungan Pemprov DKI tidak ada masalah. Toh, semuanya keputusan dan tanda tangan selama ini ada pada gubernur,” ujarnya.

    Meski demikian, Anies Baswedan kerepotan menghadiri rapat-rapat eksternal, khususnya yang digelar oleh kementerian atau lembaga terkait. Ketika dulu masih ada Sandiaga Uno, Anies mengungkapkan dirinya lebih leluasa karena bisa mendisposisikan untuk menghadiri rapat atau acara lain ke wagub.

    Apalagi, banyak kegiatan eksternal misalnya pertemuan dengan pemerintah pusat atau pihak luar yang mengundang Pemprov DKI. Salah satunya, ketika harus hadir rapat koordinasi penyelenggaraan Asian Para Games 2018.

    Tanpa Wagub DKI, Anies Baswedan mengeluh harus membagi waktu untuk menghadiri rapat yang berada di level menteri atau kabinet karena undangan itu tidak bisa diwakilkan kepada bawahannya.

    Bila yang datang Gubernur atau Wagub DKI, maka mereka akan duduk di barisan yang sama dengan para menteri. “Kalau yang datang Sekda, duduknya di barisan belakang, tidak bisa di barisan depan. Ya memang karena ada protokolnya. Kalau yang datang gubernur atau wagub, protokolnya sama," kata Anies Baswedan.

    Baca: Bursa Pengganti Sandiaga, Jejak Alotnya Calon Wagub DKI Jakarta

    Namun hingga kini PKS dan Gerindra belum sepakat soal sosok yang akan mendampingi Anies memimpin Ibu Kota. PKS sudah memiliki dua nama yang akan diajukan sebagai kandidat wagub yaitu Ahmad Syaikhu dan Agung Yulianto. Sementara itu, DPD Gerindra DKI mengusung ketuanya,  Muhammad Taufik, sebagai calon pengganti Sandiaga Uno.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kementerian Kominfo Memblokir Situs-Situs dengan Konten Radikal

    Kementerian Komunikasi dan Informasi telah memblokir 230 situs dan menghapus ribuan konten radikal dari berbagai platform.