Realisasi Program Anies Baswedan Tak Maksimal, TGUPP Tak Mampu?

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melakukan ground breaking atau peletakan batu pertama hunian DP 0 rupiah Klapa Village di Pondok Kelapa, Jakarta Timur, 18 Januari 2018. Tempo/Hendartyo Hanggi

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melakukan ground breaking atau peletakan batu pertama hunian DP 0 rupiah Klapa Village di Pondok Kelapa, Jakarta Timur, 18 Januari 2018. Tempo/Hendartyo Hanggi

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) disebut tak mampu mendukung realisasi sejumlah program unggulan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

    Baca: 4 Keputusan Anies Baswedan yang Mengubah Kebijakan Ahok

    Pengamat tata kota dari Universitas Trisakti Nirwono Joga mengatakan, TGUPP punya andil atas tidak maksimalnya realisasi program Anies selama setahun menjabat.

    Menurut Joga, TGUPP tidak mampu membantu menjelaskan program-program Anies kepada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) agar dapat dieksekusi di lapangan.

    "Ironisnya temen-temen TGUPP tidak mampu menjembatani itu. Tugasnya kan menjembatani itu," ucap Joga kepada Tempo, Senin, 8 Oktober 2018.

    Gubernur DKI Anies Baswedan mempekerjakan 73 orang dalam TGUPP yang terbagi pada bidang percepatan pembangunan, pengelolaan pesisir, pencegahan korupsi dan harmonisasi regulasi. Tim itu dibentuk melalui Keputusan Gubernur Nomor 453 Tahun 2018 dan diketuai oleh Amin Subekti.

    Joga mengaku sempat diundang oleh TGUPP dan justru membahas konsep program Gubernur seperti Taman Maju Bersama dan normalisasi sungai.

    Pertemuan itu, ujar Joga, mencerminkan program-program Anies memang tidak dibarengi dengan konsep yang matang sejak awal ditawarkan dalam Kampanye Pilkada DKI 2017.

    "Malah saya ditanyakan bagaimana konsepnya. Ini menunjukkan konsepnya tidak matang," katanya.

    Baca: Ini Beda Anies Baswedan dan Ketua DKJ Soal Ratna Sarumpaet

    Selain dua program tersebut, Joga juga menilai program unggulan Anies lainnya tidak berjalan dengan maksimal. Seperti rumah DP 0 rupiah, OK OTrip (One Karcis One Trip) dan OK OCE (One Kecamatan, One Center of Entrepreneurship).


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.