Senin, 15 Oktober 2018

Diperiksa Polda, Amien Rais Minta Jokowi Copot Tito Karnavian

Reporter:
Editor:

Untung Widyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dewan Penasehat Partai PAN Amien Rais mendatangi Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu 10 Oktober 2018. Amien Rais memenuhi panggilan pemeriksaan Polda Metro Jaya sebagai saksi kasus penyebaran hoax yang dilakukan oleh Ratna Sarumpaet. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Dewan Penasehat Partai PAN Amien Rais mendatangi Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu 10 Oktober 2018. Amien Rais memenuhi panggilan pemeriksaan Polda Metro Jaya sebagai saksi kasus penyebaran hoax yang dilakukan oleh Ratna Sarumpaet. TEMPO/Muhammad Hidayat

     

    TEMPO.CO, Jakarta –  Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais meminta Presiden Joko Widodo atau Jokowi mencopot Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian.

    Amien Rais mencurigai ada upaya kriminalisasi oleh polisi kepada dirinya terkait kasus penyebaran hoaks oleh aktivis Ratna Sarumpaet.

    Baca juga: Dipanggil Polisi, Amien Rais Persoalkan Nama Muhammad 

    “Saya minta Kapolri Jenderal Tito Karnavian dicopot. Kenapa? Saya tidak perlu jelaskan lagi, silakan pikirkan sendiri. Saya yakin stok kepemimpinan Polri yang jujur dan mengabdi kepada bangsa negara masih banyak untuk mengganti Pak Tito Karnavian, kita minta polisi sebagai keamanan nasional, tapi kalau ada oknum yang enggak benar harus diganti," ucap Amien Rais di gedung  Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan pada Rabu pagi, 10 Oktober 2018.

    Amien  Rais akhirnya memenuhi panggilan polisi untuk diperiksa terkait kasus penyebaran hoaks oleh Ratna Sarumpaet.  Polisi sebelumnya menjadwalkan pemeriksaan Amien Rais pada Jumat, 5 Oktober 2018 pukul 10.00 WIB. Namun, Amien Rais tidak menghadiri pemanggilan tersebut.

    Amien Rais menilai ada sejumlah kejanggalan dalam pemanggilan dirinya oleh polisi tersebut. Dia mencurigai surat pemanggilannya yang tertanggal 2 Oktober 2018. Padahal, kata Amien, polisi baru menangkap Ratna pada 4 Oktober 2018.

    Dia juga mempertanyakan penulisan nama lengkapnya yang tidak sesuai pada surat pemanggilan. Dalam surat itu, namanya tertulis sebagai Amin Rais. Padahal, polisi seharusnya menulis nama lengkapnya, yakni Mohammad Amien Rais.

    "Kenapa nama Mohammad tidak ditulis? Apakah alergi terhadap nama Mohammad? Wallahu alam," ucap Amien, mantan Ketua MPR.

    Kabar penganiayaan kepada Ratna Sarumpaet muncul awal pekan ini dan bergulir cepat menjadi heboh. Beredar foto wajah Ratna Sarumpaet  yang mengalami lebam-lebam menyebar di media sosial.

    Beberapa tokoh di dalam koalisi partai Prabowo-Sandiaga kemudian ramai-ramai mengecam atas kasus dugaan penganiayaan itu. Prabowo Subianto dan Amien Rais pun kemudian bertemu dengan Ratna Sarumpaet.

    Simak juga: Pengacara Said Iqbal Blak-Blakan Soal Pertemuan Ratna Sarumpaet dan Prabowo

    Namun, polisi akhirnya mengungkap kebohongan tersebut hingga akhirnya Ratna mengakui dirinya berbohong.

    Ratna Sarumpaet sendiri ditangkap di Bandara Internasional Soekarno Hatta saat akan pergi ke luar negeri pada Kamis malam, 4 Oktober 2018. Ratna diketahui akan terbang ke Santiago, Cile hendak menghadiri sebuah pertemuan budaya. Polisi telah melayangkan panggilan kepada Amien Rais terkait kasus Ratna Sarumpaet itu.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Citra serta Jurus Kampanye Ma'ruf Amin dan Sandiaga Uno

    Berlaga sebagai orang kedua, Ma'ruf Amin dan Sandiaga Uno melancarkan berbagai jurus kampanye, memerak citra mereka, dan menyambangi banyak kalangan.