Senin, 15 Oktober 2018

Tukang Becak Teluk Gong: Era Anies Baswedan Tak Kucing-Kucingan

Reporter:
Editor:

Ali Anwar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengemudi becak menunjukkan kartu anggota di Shelter Becak Terpadu di Jalan K RW9 Kelurahan Pejagalan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, 10 Oktober 2018. Tempo/Imam Hamdi

    Pengemudi becak menunjukkan kartu anggota di Shelter Becak Terpadu di Jalan K RW9 Kelurahan Pejagalan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, 10 Oktober 2018. Tempo/Imam Hamdi

    TEMPO.CO, Jakarta - Penarik becak di kawasan Teluk Gong, Kelurahan Pejagalan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, mengaku lebih tenang mencari rezeki sejak tujuh bulan terakhir. “Terutama setelah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melegalkan becak kembali beroperasi,” kata Sriyono, 51 tahun, di di Shelter Becak Terpadu Jalan K, Telul Gong, Pejagalan, Rabu, 10 Oktober 2018.

    Baca juga: Becak Selalu Dicap Negatif, Anies: Berilah Mereka Kesempatan

    "Kalau pas Pak Ahok (Basuki Tjahaja Purnama) Gubernur, saya was-was terus. Sebab becak dilarang keras beroperasi," ujar Sriyono. Selama 20 tahun bekerja sebagai pengayuh becak, Sriyono mentaku sudah dua kali dirazia dan becaknya dirampas petugas Satuan Polisi Pamong Praja era Ahok.

    Penyebabnya, dianggap tidak mematuhi larangan pemerintah yang mengharamkan becak beroperasi di Jakarta. Meski begitu, ayah dua anak itu tidak kapok menarik becak. "Saya beli lagi becak. Sebab, itu mata pencarian saya satu-satunya," ujar Sriuono.

    "Pas Pak Anies Baswedan jadi gubernur, sekarang lebih tenang, tidak kucing-kucingan lagi sama petugas," ucap Sriyono

    Sriyono mengatakan, para penarik becak, meski telah diperbolehkan beroperasi di sejumlah titik, tetapi sekarang makin sulit bersaing dengan ojek online. Ditambah lagi dengan kebijakan penarik becak hanya boleh mangkal di dalam gang yang dipasang plang “Shelter Becak Terpadu”.

    Baca juga: Alasan DPRD DKI Tolak Rencana Anies Baswedan Cabut Larangan Becak

    Shelter tersebut telah didirikan sejak tiga bulan lalu di tempatnya biasa memangkalkan becaknya. "Kalau tidak patuh akan dikandangkan, walau resmi terdaftar. Kalau mau tunggu penumpang ya di shelter ini," ujar Sriyono.

    Rasmani, 46 tahun, teman seprofesi Sriyono, mengatakan hal serupa. Kepemimpinan Anies Baswedan membawa angin segar bagi penarik becak kembali beroperasi. "Di era Ahok lima kali becak saya diambil. Ini becak keenam saya," ujar pria yang telah 17 tahun menarik becak. "Trauma saya pas di zaman Ahok," ujar Rasmani.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Citra serta Jurus Kampanye Ma'ruf Amin dan Sandiaga Uno

    Berlaga sebagai orang kedua, Ma'ruf Amin dan Sandiaga Uno melancarkan berbagai jurus kampanye, memerak citra mereka, dan menyambangi banyak kalangan.