Selasa, 20 November 2018

Kasus Ratna Sarumpaet, Amien Rais Dicecar Konferensi Pers Prabowo

Reporter:
Editor:

Ali Anwar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dewan Penasehat Partai PAN Amien Rais mendatangi Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu 10 Oktober 2018. Amien Rais memenuhi panggilan pemeriksaan Polda Metro Jaya sebagai saksi kasus penyebaran hoax yang dilakukan oleh Ratna Sarumpaet. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Dewan Penasehat Partai PAN Amien Rais mendatangi Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu 10 Oktober 2018. Amien Rais memenuhi panggilan pemeriksaan Polda Metro Jaya sebagai saksi kasus penyebaran hoax yang dilakukan oleh Ratna Sarumpaet. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyidik Polda Metro Jaya telah selesai memeriksa Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais terkait kasus penyebaran berita bohong atau hoaks oleh Ratna Sarumpaet di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu, 10 Oktober 2018.  

    Baca juga: Amien Rais Diperiksa di Ruang Mewah, Ini Cerita Eggy Sudjana

    Selama pemeriksaan, penyidik menanyai Amien Rais perihal konferensi pers oleh calon Presiden RI Prabowo Subianto di kediamannya, Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa, 2 Oktober 2018. Saat itu Amien Rais menyaksikan jumpa pers Prabowo.

    Koordinator Tim Advokasi dan Hukum Badan Pemenangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno, Eggy Sudjana, mengatakan salah satu dari 30 pertanyaan yang ditujukan kepada Amien Raiz adalah inisiator konferensi pers tersebut.

    “Kita semua tahu tidak ada yang menyuruh (konferensi pers di Kertanegara), karena di rumah Prabowo wartawan selalu stand by. Jadi, pertanyaan itu tidak dikejar lebih jauh,” ucap Eggy usai pemeriksaan Amien Rais.

    Eggy mengatakan, penyidik juga menanyakan mengapa Amien Rais begitu yakin atas kebenaran peristiwa penganiayaan yang diceritakan Ratna Sarumpaet. Menurut Eggy, saat itu Amien Rais hanya bertindak spontan sebagai bentuk solidaritas kepada Ratna Sarumpaet yang merupakan salah satu juru kampanye nasional Prabowo – Sandiaga.

    “Jadi spontanitas itu, tidak ada motif atau niat buruk kita untuk mempolitisasi keadaan, sehingga menjadi keruh,” ujar Eggy.

    Eggy yakin baik Amien maupun Prabowo tidak bersalah dalam kasus penyebaran berita bogong atau hoax tersebut. Sebab, konferensi pers itu digelar sebelum Ratna Sarupaet mengaku kepada publik bahwa dirinya berbohong.

    “Kejadian tanggal 2, yakni konpers itu tidak ada kesalahan apapun karena kami bercerita kepada satu berita yang benar adanya, sementara Ratna Sarumpaet baru mengaku pada 3 Oktober. Jadi, jerat hukum apa?” kata Eggy.

    Lebih lanjut, kata Eggy, Amien Rais ditanyakan soal reaksinya ketika mengetahui penganiayaan Ratna Sarumpaet tersebut merupakan bohong belaka. Eggy mengatakan, Amien Rais mengaku kaget kepada penyidik ketika mengetahui hal tersebut.

    Baca juga: Polda Metro Jaya Klarifikasi BAP Basuki Hariman yang Diduga Bocor

    Kabar penganiayaan kepada Ratna Sarumpaet muncul awal pekan lalu dan bergulir cepat menjadi heboh. Beredar foto wajah Ratna yang mengalami lebam-lebam menyebar di media sosial.

    Beberapa tokoh di dalam koalisi partai Prabowo-Sandiaga kemudian ramai-ramai mengecam atas kasus dugaan penganiayaan itu. Prabowo Subianto dan Amien Rais pun kemudian bertemu dengan Ratna Sarumpaet.

    Namun, polisi akhirnya mengungkap kebohongan yang dibuat Ratna Sarumpaet  hingga akhirnya Ratna Sarumpaet mengakui dirinya berbohong. Ratna Sarumpaet ditangkap di Bandara Soekarno Hatta saat akan pergi ke Santiago, Cilem untuk pertemuan budaya di negeri benua Amerika Selatan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Sisi Gelap Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman

    Kasus pembunuhan Jamal Khasoggi yang diduga dilakukan oleh Kerajaan Arab Saudi membuat dunia menyorot empat sisi gelap Mohammed bin Salman.