Kamis, 13 Desember 2018

BPTJ dan Polisi Minta Anies Baswedan Pertahankan Ganjil Genap

Reporter:
Editor:

Ali Anwar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas kepolisian bersama anggota Kodam Jaya dan Dinas Perhubungan melakukan sosialisasi perluasan wilayah kendaraan berplat nomor ganjil - genap di daerah Cawang, Jakarta Timur, 26 Juli 2018. Uji coba perluasan ganjil - genap telah dimulai pada 2 Juli dan akan diberlakukan pada 1 Agustus mendatang. Tempo/Fakhri Hermansyah

    Petugas kepolisian bersama anggota Kodam Jaya dan Dinas Perhubungan melakukan sosialisasi perluasan wilayah kendaraan berplat nomor ganjil - genap di daerah Cawang, Jakarta Timur, 26 Juli 2018. Uji coba perluasan ganjil - genap telah dimulai pada 2 Juli dan akan diberlakukan pada 1 Agustus mendatang. Tempo/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mempertahankan kebijakan ganjil genap di sejumlah ruas jalan di Jakarta. Alasanya, kebijakan tersebut efektif mengurangi kemacetan dan mengurangi polusi udara di DKI Jakarta.

    Baca juga: Aturan Ganjil Genap Kembali Diberlaku di Jalan Benyamin Sueb

    "Kami sarankan (kepada Gubernur Anies Baswedan) untuk diteruskan sementara," kata Kepala BPTJ Bambang Prihartono di dalam diskusi Buah Manis Ganjil Genap di kantor ITDP Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu, 10 Oktober 2018.

    Menurut Bambang, kebijakan ganjil genap mesti dipertahankan sementara sambil menunggu kebijakan penggantinya bisa diterapkan. Salah satu formula untuk mengatasi kemacetan di DKI sebagai ganti ganjil genap adalah penerapan elektronic road procing (ERP).

    Ia menuturkan, Gubenur Anies Baswedan sudah merancang penggunaan sistem ERP agar bisa terpasang tahun depan di Jakarta. "Jadi ganjil genap ini sebagai obat generik seperti Panadol untuk mengobati kemacetan sementara sambil menunggu penerapan ERP," ujar Bambang. "Kalau sudah ada ERP ganjil genap akan dihapus."

    Menurut Bambang, Kementerian Perhubungan juga sudah menjadikan kebijakan ganjil genap untuk diterapkan di seluruh Indonesia, terutama di kota-kota besar. Sebab kebijakan ganjil genap di DKI Jakarta bisa menurunkan tingkat polisi CO2 mencapai 28 persen dan memangkas waktu perjalanan 50 persen atau kendaraan bisa lebih cepat melaju.

    Baca juga:Tukang Becak Teluk Gong: Era Anies Baswedan Tak Kucing-Kucingan

    Saat ini, selain Jabodetabek, ganjil genap bakal terapkan di Denpasar, Bali, menjelang pertemuan Tahunan Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia (World Bank). Namun, kata dia, ganjil genap di Jakarta bakal berakhir setelah even Asian Para Games berakhir pada 13 Oktober 2018.

    "Dari kami jelas, kebijakan ganjil genap di Jakarta harus dilanjutkan meski Asian Para Games telah selesai," kata Bambang.

    Kepala Sub Direktorat Penegakan Hukum Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Budiyanto mengatakan polisi juga bakal meminta agar Gubernur Anies Baswedan meneruskan kebijakan ganjil genap. "Terbukti ada penurunan kemacetan," ujar Budiyanto.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jason Momoa dan Amber Heard dalam 6 Fakta Unik Aquaman

    Jason Momoa dan Amber Heard akan memerankan Aquaman dan Merra dalam film dengan cerita tentang kerajaan bawah laut Atlantis.