Selasa, 20 November 2018

Anies: Guru Terduga Hasut Murid Benci Jokowi Tak Mengajar Dulu

Reporter:
Editor:

Ali Anwar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Siswa SMAN 87 Jakarta Selatan menggelar aksi dukungan terhadap Nelty Khairiyah, guru yang diduga mendoktrin anti - Jokowi, Kamis, 11 Oktober 2018. Tempo/Zara Amelia

    Siswa SMAN 87 Jakarta Selatan menggelar aksi dukungan terhadap Nelty Khairiyah, guru yang diduga mendoktrin anti - Jokowi, Kamis, 11 Oktober 2018. Tempo/Zara Amelia

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta Nelty Khairiyah, guru SMAN 87 Jakarta yang diduga menghasut murid benci Presiden Joko Widodo alias Jokowi, tidak berinteraksi dulu dengan siswa.

    Baca juga: KPAI Akan Telusuri Dugaan Guru Hasut Murid di SMA 87

    Menurut Anies Baswedan, guru tersebut tak boleh mengajar di dalam kelas sampai proses pendisiplinan tuntas. "Akan ditarik segera, akan dihentikan dari mengajar di kelas," kata Anies Baswedan di Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis, 11 Oktober 2018.

    Menurut Anies Baswedan, pemberhentian hanya sebatas melarang guru mengajar di kelas. Ihwal pemecatan sang guru, menurut dia, ada peraturannya sendiri. "Kalau status kepegawaian ada aturannya," ujar Anies Baswedan.

    Sebelumnya, viral di media sosial seorang guru SMAN 87 Jakarta yang diduga menghasut siswa untuk membenci Jokowi. Seorang pengadu menyebutkan, sang guru memperlihatkan video gempa dan tsunami di Palu kepada para siswa.

    Baca juga: Anies Minta Guru Diduga Hasut Murid Benci Jokowi Diperiksa

    Menurut dia, guru tersebut menyalahkan Presiden Jokowi atas banyaknya korban bergelimpangan dalam bencana alam gempa Palu Donggala.

    Gubernur Anies Baswedan meminta InspektoratDKI Jakarta memeriksa guru tersebut. Dia mengingatkanagar aparatur sipil negara (ASN) tak berpihak pada salah satu pasangan calon presiden-wakil presiden 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Sisi Gelap Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman

    Kasus pembunuhan Jamal Khasoggi yang diduga dilakukan oleh Kerajaan Arab Saudi membuat dunia menyorot empat sisi gelap Mohammed bin Salman.