Minggu, 16 Desember 2018

Proses Hukum Dilanjutkan Meski Ratu Kerajaan Ubur Ubur Sakit Jiwa

Reporter:
Editor:

Suseno

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolres Kota Serang Ajun Komisaris Besar Komarudin (kiri), menunjukkan bukti dokumen dan tafsir Al-Quran cetakan kelima tahun 1957, yang menjadi rujukan pemimpin Kerajaan Ubur Ubur, yang belakangan salah menafsirkan terjemahan ayat Al-Quran, di Mapolresta Serang, Rabu, 15 Agustus 2018. TEMPO/Ayu Cipta

    Kapolres Kota Serang Ajun Komisaris Besar Komarudin (kiri), menunjukkan bukti dokumen dan tafsir Al-Quran cetakan kelima tahun 1957, yang menjadi rujukan pemimpin Kerajaan Ubur Ubur, yang belakangan salah menafsirkan terjemahan ayat Al-Quran, di Mapolresta Serang, Rabu, 15 Agustus 2018. TEMPO/Ayu Cipta

    TEMPO.CO, Tangerang - Polisi tetap melanjutkan proses hukum terhadap Aisyah Tusalamah Baiduri Intan yang mengklaim sebagai ratu Kerajaan Ubur Ubur, meski dokter menyatakan perempuan itu menderita gangguan jiwa. Bahkan penyidik telah menyerahkan berkas pemeriksaan ke Kejaksaan untuk dilanjutkan ke tahap penuntutan.

    Baca: Ini Pengakuan Sang Raja Soal Awal Mula Nama Kerajaan Ubur Ubur

    "Ada beberapa alasan mengapa kami memutuskan melanjutkan proses hukum kasus ini," ujar Kapolres Kota Serang Ajun Komisaris Besar Komarudin, Jumat 12 Oktober 2018.

    Menurut Komarudin, dengan adanya proses hukum maka akan ada kepastian hukum untuk Aisyah. Selain itu, polisi juga ingin menghindari polemik yang saat ini muncul di masyarakat. “Ini juga menjadi bentuk transparasi hukum dan pembelajaran bagi masyarakat,” katanya. "Sekarang biar jaksa yang menilai apakah kasus ini dilanjutkan ke pengadilan atau dihentikan."

    Jika dilanjutkan ke pengadilan, kata Komarudin,  itu menjadi lebih baik karena akan ada penjelasan secara hukum. "Biar hakim nanti yang memutuskan," katanya.

    Komarudin menjelaskan, sebelum menyerahkan berkas ke Kejaksaan, penyidik telah berkoordinasi dengan ahli pidana dan Majelis Ulama Indonesia Kota Serang.

    Baca : Ritual Aneh Kerajaan Ubur Ubur, Diawali Yasinan Ditutup Joget

    Aisyah dinilai telah menodai agama Islam karena memberikan ajaran menyimpang lewat Kerajaan Ubur Ubur. Perempuan 38 tahun itu dijerat Pasal 28 Undang-undang Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi Transaksi dan Elektronik.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Serunya Adu Cuit Pendukung Jokowi Versus Prabowo di Jagat Twitter

    Di Twitter, perang cuit antara pendukung Jokowi - Ma'ruf Amin dengan Prabowo - Sandiaga tak kalah seru dengan "perat darat".