Rabu, 19 Desember 2018

Ada Buaya, Petugas Kebersihan Sungai: Kami Berdoa Saja

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mayat seekor buaya temuan di kali area ITC Roxy yang diserahkan seorang anggota komunitas pecinta reptil, Raki Lodra, 25 tahun, kepada petugas yang berjaga di pinggir kali Grogol, Petamburan, Jakarta Barat, pada Sabtu, 30 Juni 2018. TEMPO/Adam Prireza

    Mayat seekor buaya temuan di kali area ITC Roxy yang diserahkan seorang anggota komunitas pecinta reptil, Raki Lodra, 25 tahun, kepada petugas yang berjaga di pinggir kali Grogol, Petamburan, Jakarta Barat, pada Sabtu, 30 Juni 2018. TEMPO/Adam Prireza

    TEMPO.CO, Jakarta - Keberadaan buaya di kolong jembatan Mal Mangga Dua, Jakarta Utara, menghantui para petugas kebersihan di saluran air setempat. Tak ada yang bisa mereka lakukan selain rajin berdoa meminta perlindungan Tuhan.

    Baca berita sebelumnya:
    Buaya Lagi di Sungai Jakarta, Sekarang Dekat Mal Mangga Dua

    Mereka mengaku tidak berani meninggalkan tugas membersihkan saluran air itu karena ada buaya. Mereka tetap menjalankan tugas meski dengan sangat was-was dan berhati-hati.

    “Kami berdoa saja minta keselamatan ke Allah. (Karena) Kalau tidak dikerjain kami salah, (tapi) kalau dikerjain ada rasa takut. Namanya tugas ya gimana lagi," kata Sapar, dari UPK Badan Air Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Utara, saat ditemui pada Jumat 12 Oktober 2018.

    Hal senada juga disampaikan Irpan, rekan Sapar yang juga bertugas membersihkan saluran air aliran anak sungai Ciliwung tersebut. a pun berharap agar petugas terkait dapat segera menangkap buaya tersebut sehingga pekerjaannya untuk menjaga kebersihan sungai tidak terganggu.

    Baca juga: 
    Satu dari Tiga Buaya Sungai Cileungsi Berhasil Ditangkap
    Begini Aksi Warga Bogor Tangkap Tangan Buaya Sungai Cileungsi

    Saluran air yang dimaksud adalah di sekitar jembatan yang menghubungkan Mal Mangga Dua dan Jalan Gunung Sahari, Jakarta Utara. Sapar dan Irpan mengungkap keberadaan hingga tiga ekor buaya di sana.

    Buaya-buaya tersebut diketahui sekitar tiga bulan lalu. Diduga ketiganya berasal dari jenis buaya muara dan buaya Senyulong.

    "Awalnya kaget, kalau sekarang sudah mulai terbiasa,” kata Irpan sambil menambahkan, “Dulu waktu pertama lihat masih kecil buayanya, sekarang sudah sebesar paha (orang dewasa).”

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Baru OK Otrip, Jak Lingko Beroperasi 1 Oktober 2018

    Pemerintah DKI Jakarta meluncurkan transportasi massal terintegrasi, Jak Lingko pada 1 Oktober 2018. Jak Lingko adalah rebranding OK Otrip.