PT Railink Imbau Vandalisme di Kereta Bandara Tidak Diviralkan

Reporter:
Editor:

Suseno

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah gerbong kereta MRT di Depo Lebak Bulus Jakarta dicoret-coret oleh orang tidak dikenal, Jumat, 21 September 2018.

    Sebuah gerbong kereta MRT di Depo Lebak Bulus Jakarta dicoret-coret oleh orang tidak dikenal, Jumat, 21 September 2018.

    TEMPO.CO, Jakarta - Perusahaan kereta bandara, PT Railink mengajak masyarakat tidak memviralkan foto atau video kegiatan vandalisme. Baru-baru ini, kereta bandara menjadi sasaran vandalisme berupa grafiti.

    Baca:
    Pelaku Vandalisme Kereta MRT Diduga Orang Asing, Ini Kata Polisi

    "Foto atau video kegiatan vandalisme itu yang justru akan semakin memicu pelaku untuk melakukan hal serupa di kemudian hari," kata Humas PT Railink Diah Suryandari dalam keterangan tertulis, Jumat, 12 Oktober 2018.

    Pada Rabu malam, 10 Oktober 2018, PT Railink mendapati dua rangkaian kereta bandara Soekarno-Hatta dicoret-coret. Aksi vandalisme itu diduga dilakukan saat kereta sedang menunggu antrian signal masuk di area Stasiun Manggarai.

    Untuk mencegah aksi serupa, Diah mengatakan, PT Railink telah menggandeng komunitas pecinta kereta api. Tujuannya untuk mensosialisasikan anti vandalisme di sarana dan prasarana kereta api. "Serta berkoordinasi dengan induk untuk meningkatkan keamanan di sekitar stasiun," katanya.

    Diah mengatakan, gerbong telah dibersihkan dari coretan bertulis huruf MST itu di pagi hari pasca ditemukan petugas. Kereta bandara Soekarno- hatta disebut bisa beroperasi secara normal kembali.

    Sampai dengan saat ini, Diah berujar, PT Railink bekerjasama dengan PT Kereta Api Indonesia Daop 1 masih menelusuri pelaku vandalisme ini namun belum berniat untuk membawanya ke ranah hukum.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.