Perluasan Ganjil Genap Diperpanjang Hingga 31 Desember 2018

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rambu ganjil-genap di kawasan Cawang, Jakarta Timur yang dipasang pada 9 Juli 2018. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    Rambu ganjil-genap di kawasan Cawang, Jakarta Timur yang dipasang pada 9 Juli 2018. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Kebijakan pembatasan nomor kendaraan ganjil genap di sejumlah jalan di DKI Jakarta resmi diperpanjang hingga 31 Desember 2018.

    Baca: Nasib Ganjil Genap Pekan Depan, Anies Ingin Ubah Kebiasaan Warga

    "Mulai hari Senin," kata Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Bambang Prihantono di Jakarta, Sabtu 13 Oktober 2018.

    Perpanjangan kebijakan ganjil genap tersebut berdasarkan Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 106 Tahun 2018 tentang Pembatasan Lalu Lintas dengan Sistem Ganjil-Genap tertanggal 12 Oktober 2018.

    Sesuai aturan tersebut, maka kebijakan ganjil genap yang sebelumnya hanya sampai 13 Oktober 2018 atau hingga Asian Para Games berakhir, diperpanjang dari 15 Oktober hingga 31 Desember 2018.

    Ruas jalan yang terkena pembatasan ganjil-genap adalah Jalan Medan Merdeka Barat, Jalan MH Thamrin, Jalan Jenderal Sudirman, sebagian Jalan S Parman (mulai dari simpang Jalan Tomang Raya sampai dengan simpang Jalan KS Tubun), Jalan Gatot Subroto, Jalan HR Rasuna Said, Jalan Jenderal MT Haryono, Jalan Jenderal DI Panjaitan, dan Jalan Jenderal Ahmad Yani.

    Bambang juga mengatakan pengumuman kepada masyarakat akan dilakukan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta karena sosialisasi sudah dilakukan sejak sebelum perhelatan Asian Games.

    "Kalau sosialisasi tentang ganjil-genap sudah dilakukan selama Asian Games dan Asian Para Games, yang perlu disampaikan adalah pengumumannya, nanti pemprov yang akan menyampaikan sesegera mungkin," katanya.

    Baca: Ganjil Genap di Jakarta, Penjualan Mobil Bekas Naik 20 Persen

    Terkait usulan ganjil genap diterapkan permanen, Bambang mengatakan  pihaknya akan menunggu evaluasi pada akhir Desember nanti. "Kita tunggu hasil evaluasi sampai dengan bulan Desember ya," kata Kepala BPTJ itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Beda Kerusuhan Mei 2019 dengan Kengerian di Ibu Kota 1998

    Kerusuhan di Jakarta pada bulan Mei terjadi lagi, namun kejadian di 2019 berbeda dengan 1998. Simak kengerian di ibu kota pada akhir Orde Baru itu.