Warga Ikut Berburu Buaya di Jembatan Mangga Dua Square

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga Jalan Pisang Batu, Kelurahan Mangga Dua, Jakarta Pusat, duduk di sekitar jembatan penghubung Jalan Gunung Sahari dengan pusat perbelanjaan Mangga Dua Square tempat buaya terlihat, Sabtu, 13 Oktober 2018. Tempo/M Yusuf Manurung

    Warga Jalan Pisang Batu, Kelurahan Mangga Dua, Jakarta Pusat, duduk di sekitar jembatan penghubung Jalan Gunung Sahari dengan pusat perbelanjaan Mangga Dua Square tempat buaya terlihat, Sabtu, 13 Oktober 2018. Tempo/M Yusuf Manurung

    TEMPO.CO, Jakarta - Wandi Irawan, 32 tahun, sengaja datang ke Kali Gunung Sahari untuk berburu buaya yang dikabarkan terlihat di bawah jembatan dekat Mangga Dua Square.

    Baca: Buaya di Jembatan Mangga Dua Square Menampakkan Diri, Ada 5 Ekor

    Pria itu terlihat duduk di bawah jembatan yang menghubungkan Jalan Gunung Sahari dengan pusat perbelanjaan Mangga Dua Square siang ini. "Saya demen nembak doang," kata Wandi kepada Tempo di lokasi, Sabtu, 13 Oktober 2018.

    Sebagai alat berburu, Wandi membawa senapan angin merek Sharp Tiger. Selain itu dia juga memancing dengan umpan daging ayam.

    Wandi penasaran dengan keberadaan buaya yang muncul di pemberitaan media. Warga Jalan Pisang Batu, Kelurahan Mangga Dua, Jakarta Pusat itu berharap buaya di kali tersebut bisa didapatkan.

    "Lagian kasihan aja anak-anak bisanya berenang di sini nggak berani lagi," katanya.

    Namun hingga siang ini, Wandi belum mendapatkan buruannya. Di tempat yang sama, Mardani alias Andur, 53 tahun, mengaku melihat lima ekor buaya di kolong jembatan pada pukul 10.00 pagi tadi. Menurut dia, buaya berukuran satu meter.

    "Pertama lihat tiga ekor di situ," kata Andur sambil mengarahkan jari telunjuk ke sisi tengah kali. "Terus ada dua lagi deket sini (tepi jembatan)," kata Andur.

    Kepala Seksi Konservasi Wilayah III Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jakarta Ida Herwati mengatakan pencarian buaya yang pertama kali terlihat pada Senin lalu dihentikan sementara.

    Ida menjelaskan, alasan utama penghentian pencarian karena kali selebar 30 meter itu cukup dalam, sekitar tiga meter. Sekitar satu meter di antaranya adalah lumpur.

    Dia berujar, posisi buaya berada dibawah jembatan membuat gerak petugas terbatas. "Karena permukaan air cukup tinggi sehingga harus menunduk di bawah jembatan," kata Ida kepada Tempo, Jumat, 12 Oktober 2018.

    Alasan kedua, ujar Ida, karena peralatan yang tidak mencukupi. Dia mengatakan, BKSDA tidak memiliki sampan atau perahu karet.

    Baca: Ada Buaya, Petugas Kebersihan Sungai: Kami Berdoa Saja

    Sementara jaring sepanjang 30 meter yang pernah dipasang dinilai tidak bisa mengcover seluruh wilayah pergerakan reptil itu. Ida mengatakan pihaknya tengah mengkaji metode yang paling tepat untuk mengevakuasi buaya dalam sungai.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.