Alasan DKI Potong Durasi Ganjil Genap Tak Lagi 15 Jam Penuh

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kemacetan di Jalan Letjen S. Parman, Jakarta Barat di hari pertama sistem ganjil genap, Rabu, 1 Agustus 2018. TEMPO/Lani Diana

    Kemacetan di Jalan Letjen S. Parman, Jakarta Barat di hari pertama sistem ganjil genap, Rabu, 1 Agustus 2018. TEMPO/Lani Diana

    TEMPO.CO, Jakarta -Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperpanjang sistem ganjil genap di sejumlah jalan Ibu Kota hingga 31 Desember 2018. Namun perpanjangan sistem itu dibarengi revisi durasi waktu ganjil genap yang lebih pendek.

    Kepala Subdit Pembinaan dan Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Polisi Budiyanto menjelaskan, ganjil genap hanya berlaku di pagi hari pukul 06.00-10.00 WIB dan dilanjutkan sore pukul 16.00-20.00 WIB.

    Baca : Perluasan Ganjil Genap Diperpanjang, Cermati Dua Poin Diubah Anies Baswedan

    Sebab, menurut Budiyanto, jalan Jakarta macet di dua periode itu."Pertimbangannya jam-jam tersebut kan jam macet," kata Budiyanto saat dihubungi, Sabtu malam, 13 Oktober 2018.

    Itu berarti ganjil genap tak lagi berjalan selama 15 jam tanpa henti. Sebelumnya, ganjil genap berlangsung dari 06.00-21.00 WIB saat perhelatan Asian Games dan Asian Para Games 2018. Kebijakan ini dianggap efektif mengurai kemacetan sehingga perlu berlanjut.

    Petugas kepolisian memberhentikan kendaraan berplat nomor ganjil saat sosialisasi perluasan wilayah ganjil - genap di daerah Cawang, Jakarta Timur, 26 Juli 2018. Sistem ganjil - genap berlaku setiap hari pukul 06.00-21.00. Tempo/Fakhri Hermansyah

    Ganjil genap, lanjut Budiyanto, juga menambah kecepatan kendaraan dan menurunkan kadar udara kotor di Jakarta. Karena itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan mengeluarkan peraturan baru yang mengatur perpanjangan ganjil genap.

    Dasar hukum perpanjangan ganjil genap tercantum dalam Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 106 Tahun 2018 tentang Pembatasan Lalu Lintas dengan Sistem Ganjil-Genap tertanggal 12 Oktober 2018.

    Simak juga :
    Cerita Penerima Pembebasan Lahan Bandara Rp 2 Miliar Mengaku Dipingpong

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama pihak terkait sepakat menambah masa pemberlakuan ganjil genap hingga akhir tahun ini. Pihak yang terlibat diskusi antara lain Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, serta para pakar dan pengamat transportasi.

    Menurut Budiyanto, belum ada pembahasan mengenai perluasan ganjil genap di jalan lain yang kerap macet. Pihak terkait juga tak menyinggung bakal menjadikan ganjil genap sistem permanen. "Kalau permanen perlu dikaji secara keseluruhan," ujar Budiyanto menambahkan bahwa ganjil genap yang diperpanjang tersebut tak berlaku untuk Sabtu, Ahad dan hari libur nasional.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peta Bencana Sejumlah Sudut Banjir Jakarta di Akhir Februari 2020

    Jakarta dilanda hujan sejak dini hari Rabu, 25 Februari 2020. PetaBencana.id melansir sejumlah sudut yang digenangi banjir Jakarta hingga pukul 15.00.