Hoax Ratna Sarumpaet, Polisi Cecar Timses Prabowo 30 Pertanyaan

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktivis Ratna Sarumpaet bertemu dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto si sebuah tempat yang dirahasiakan di Jakarta, Selasa, 2 Oktober 2018. Foto: Istimewa

    Aktivis Ratna Sarumpaet bertemu dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto si sebuah tempat yang dirahasiakan di Jakarta, Selasa, 2 Oktober 2018. Foto: Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengacara Wakil Ketua Tim Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno (Prabowo - Sandiaga), Nanik S. Deyang, Marthadinata, mengatakan kliennya diperiksa untuk memberikan keterangan terkait kasus kebohongan aktivis Ratna Sarumpaet.

    Baca:
    Usai Diperiksa 12 Jam, Nanik S. Deyang Bungkam dan Kabur

    Hampir lebih dari 12 jam diperiksa, Marthadinata mengatakan penyidik Polda Metro Jaya memberondong kliennya dengan 30 pertanyaan. “Apa yang ibu dengar, apa yang ibu alami, mengenai Ratna Sarumpaet mulai dari bercerita tentang penganiayaan sampai akhirnya dia mengaku berbohong,” kata Marthadinata di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa dini hari, 16 Oktober 2018.

    Menurut Marthadinata, selama pemeriksaan berlangsung, kliennya kooperatif. Ia juga tidak merasakan adanya tekanan dari penyidik. Penyidik memberikan waktu bagi mereka untuk istirahat, salat, serta berbuka puasa lantaran Nanik saat diperiksa tengah menjalani ibadah itu.

    Namun, menurut dia, ada beberapa hal yang membuat pemeriksaan menjadi lama, misalnya koreksi terhadap keterangan-keterangan yang Nanik berikan. “Ya perbaikannya tidak mengurangi inti dari jawaban yang diberikan Bu Nanik,” ujar Marthadinata.

    Baca juga:
    Sudah Ditolak, Ratna Sarumpaet Ngotot Ajukan Tahanan Kota

    Polisi melayangkan surat panggilan pemeriksaan kepada Nanik pada Jumat, 12 Oktober 2018 lalu . Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono dalam kasus Ratna, Nanik berperan sebagai orang yang memberitahukan ihwal penganiayaan Ratna kepada Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

    Diketahui juga bahwa Nanik hadir saat Ratna bertemu Prabowo pada 2 Oktober 2018 lalu. Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, kata Argo, berencana menggali informasi terkait hal itu. “Ini akan kami gali keterangannya seperti apa,” tutur dia.

    Pertemuan itu menjadi rangkaian kebohongan Kasus Ratna Sarumpaet ihwal penganiayaannya oleh beberapa orang dekat Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat, pada 21 September 2018.

    Belakangan, setelah polisi membongkar kronologi keberadaanya pada tanggal-tanggal tersebut, Ratna Sarumpaet membuka kedoknya sendiri. Ternyata wajah yang lebam bukan akibat penganiayaan, melainkan pasca operasi plastik di salah satu rumah sakit di Jakarta Pusat.

    Simak juga:
    Panggil Nanik S. Deyang, Polisi Gali Isi Pertemuan Ratna Sarumpaet-Prabowo 

    Polisi kemudian menangkap Ratna Sarumpaet di Bandar Udara Soekarno - Hatta pada Kamis malam, 4 Oktober 2018. Saat itu dia akan pergi ke Santiago, Cile, untuk menghadiri undangan konferensi perempuan penulis naskah drama sedunia. Hingga saat ini, wanita berusia 69 tahun itu masih ditahan di rumah tahanan Polda Metro Jaya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.