Setahun Anies Baswedan, PDIP Bandingkan Kinerja Anies dan Jokowi

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan sambutan saat peresmian rumah DP nol rupiah di kawasan Klapa Village, Pondok Kelapa, Jakarta, Jumat, 12 Oktober 2018. Rumah susun sederhana milik (rusunami) DP nol rupiah merupakan salah satu program Anies - Sandi saat kampanye pilgub. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan sambutan saat peresmian rumah DP nol rupiah di kawasan Klapa Village, Pondok Kelapa, Jakarta, Jumat, 12 Oktober 2018. Rumah susun sederhana milik (rusunami) DP nol rupiah merupakan salah satu program Anies - Sandi saat kampanye pilgub. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Fraksi PDI Perjuangan membandingkan kinerja Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan selama satu tahun pemerintahannya dengan Jokowi. PDIP mengkritisi berbagai program kerja yang dinilai tidak fokus selama setahun Anies Baswedan berkuasa.

    Baca: Hari ini, Bawaslu Periksa Siswa Soal Guru Hasut Benci Jokowi

    Wakil Ketua Komisi C DPRD DKI Jhonny Simanjuntak menilai pergerakan Gubernur untuk mengelola pemerintahan di Jakarta tidak fokus pada perbaikan kinerja di lapangan.

    "Satu tahun masa pemerintahan Anies ini bisa diibaratkan kaya akan kata-kata, tetapi miskin dalam perbuatan," ujarnya saat konferensi pers di gedung DPRD DKI, Senin, 15 Oktober 2018.

    Menurut Jhonny, apa yang dilakukan Anies sejak awal berkuasa sebagai Gubernur tidak menyentuh langsung pada inti permasalahan di lapangan. Dia memberi contoh perubahan istilah OK Otrip menjadi Jak Lingko dan mengganti nama DP nol rupiah menjadi SAMAWA atau Solusi Rumah Warga.

    Menurutnya, kinerja Anies berbanding 180 derajat dengan apa yang dilakukan oleh pemerintahan sebelumnya, khususnya mantan Gubernur DKI Joko Widodo atau Jokowi.

    "Beda banget sama Pak Jokowi. Miskin kata-kata, tetapi kaya akan perbuatan," jelas politisi PDIP tersebut.

    Senada dengan Jhonny Simanjutak, Anggota Banggar DPRD DKI Pantas Nainggolan mengatakan kepemimpinan di DKI Jakarta merupakan sebuah kesinambungan. Dia mengibaratkan suksesi kepemimpinan Gubernur Ibu Kota layaknya perlombaan lari estafet.

    "Anies awalnya setuju menerima tongkat estafet (dari Gubernur sebelumnya). Namun, yang terjadi dia bukan berlari lebih cepat, tetapi malah jalan di tempat," ujarnya.

    Pantas mengkritik niat Anies untuk melegalisasi becak di Jakarta. Apalagi, saat ini ada 10 shelter becak yang sudah dibangun di kawasan Jakarta Utara.

    Menurutnya, Anies seharusnya tetap melaksanakan program Gubernur Jokowi, Basuki Tjahaja Purnama, dan Djarot Saiful Hidayat yang sudah teruji sukses dan diterima masyatarakat.

    "Gubernur Anies jangan alergi dengan kebijakan yang sudah dilaksanakan pemerintahan sebelumnya," katanya.

    Baca: Guru SMAN 87 Jakarta Bantah Doktrin Murid Anti Jokowi

    Sebelumnya, Anies Baswedan mengucapkan hal yang kontroversial. Mantan menteri pendidikan tersebut menilai bahwa slogan kerja, kerja, kerja Jokowi tak cukup untuk menjalankan sebuah pemerintahan. "Saya percaya bahwa kita dalam bekerja tidak cukup hanya kerja-kerja-kerja saja. Tidak cukup," ucapnya beberapa waktu lalu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cegah Covid-19, Kenali Masker Kain, Bedah, N95, dan Respirator

    Seorang dokter spesialis paru RSUP Persahabatan membenarkan efektifitas masker untuk menangkal Covid-19. Tiap jenis masker memiliki karakter berbeda.