Penembakan di DPR, Polda Metro Periksa 1 Anggota Perbakin

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah atlet pelatnas menembak Asian Games 2018 berlatih di Lapangan Tembak, Senayan, Jakarta. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    Sejumlah atlet pelatnas menembak Asian Games 2018 berlatih di Lapangan Tembak, Senayan, Jakarta. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    TEMPO.CO, Jakarta - Polda Metro Jaya memeriksa seorang anggota Persatuan Penembak Indonesia (Perbakin) berinisial I terkait penembakan di DPR. Polisi menyebut penembakan ke dua ruangan anggota DPR RI itu terjadi akibat peluru nyasar.

    Baca: Polisi Olah TKP Penembakan Ruang Kerja Dua Anggota DPR

    "Pelaku inisial I sedang dimintai keterangan," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Nico Afinta di Jakarta, Senin 15 Oktober 2018.

    Nico mengatakan polisi telah menyita senjata api yang diduga gunakan I saat berlatih menembak hingga melubangi jendela kaca ruangan dua anggota DPR RI.

    Berdasarkan dugaan sementara, polisi menduga peluru nyasar itu berasal dari lokasi latihan menembak yang berada dekat Komplek Parlemen Senayan Jakarta Pusat.

    Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Polisi Argo Yuwono menyebutkan polisi juga menyita barang bukti pecahan kaca dan proyektil peluru berdasarkan olah tempat kejadian perkara.

    Selanjutnya, penyidik menyerahkan proyektil peluru tersebut ke tim Pusat Laboratorium dan Forensik (Puslabfor) Mabes Polri guna penyelidikan lebih lanjut.

    Peluru itu diduga dari senjata api anggota Perbakin yang berlatih menembak di Lapangan Tembak Senayan. Peluru nyasar itu menembus kaca jendela ruang kerja dua anggota DPR RI Wenny Warouw dan Bambang Heri Purnama pada Senin sekitar pukul 14.40 WIB.

    Baca: Penembakan di DPR, Polisi: Diduga Peluru Nyasar

    Tidak ada korban jiwa pada peristiwa diduga peluru nyasar tersebut namun seorang Pendeta Heski Roring nyaris terkena proyektil peluru karena hanya berjarak beberapa sentimeter di atas kepalanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.