Tanah Bergerak di Pagedangan Diduga Dipicu Galian Tanah

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Retakan akibat tanah bergerak di Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang. FOTO Dinas Bina Marga Kabupaten Tangerang

    Retakan akibat tanah bergerak di Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang. FOTO Dinas Bina Marga Kabupaten Tangerang

    TEMPO.CO, Tangerang - Pemerintah Kabupaten Tangerang menduga penyebab tanah bergerak di Kampung Kadu Sirung, Pagedangan karena galian tanah pengembang Bumi Serpong Damai. Galian itu memang berada tidak jauh dari lokasi retakan.

    Baca: Tanah Bergerak di Pagedangan, Jalan Terbelah Setelah Hujan

    "Dugaan sementara karena galian tanah jaraknya sekitar 30 meter," ujar Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Tangerang Slamet Budi, Rabu 17 Oktober 2018.

    Menurut Budi, hasil survei lapangan sementara Pemerintah Kabupaten Tangerang dan pengembang Bumi Serpong Damai menunjukkan retakan tanah sepanjang 50 meter dengan kedalaman 0,5 meter sampai 1 meter. Retakan tanah diduga terjadi karena curah hujan yang tinggi.

    "Tanah lama kering karena tidak hujan, lalu retak terjadi pergerakan tanah dari kering ke basah," kata Budi.

    Apalagi, kata Budi, galian pengembangan BSD yang cukup luas selama ini tidak dilakukan penurapan sehingga memungkinkan terjadi longsoran tanah.

    Kepala Desa Kadu Sirung, Samsu Guna Miharja, mengatakan tanah bergerak yang terjadi di RT04, RW01 berawal dari hujan deras pada Senin petang 15 Oktober 2018, pukul 16.30.

    "Awalnya hujan sangat deras, setelah warga keluar didapati jalan desa sudah terbelah," ujar Samsu saat ditemui Tempo di lokasi, Selasa 16 Oktober 2018.

    Menurut Samsu, pada Senin petang kawasan Pagedangan memang diguyur hujan yang cukup deras sejak siang. Tanah bergerak yang menyebabkan retakan pertama kali ditemukan di jalan lingkungan. "Panjang retakan 50 meter dan paling dalam 4 meter," kata Samsu.

    Setelah diamati dengan seksama, kata Samsu, rekahan jalan ternyata memanjang ke jalan, kebun bambu dan rumah warga. Satu rumah warga mengalami retakan cukup parah di dinding dan lantai bagian belakang rumahnya.

    Baca: Waspadai Tanah Bergerak, Warga Kampung Ini Aktifkan Ronda Malam

    Menurut Samsu, warga kampung itu sempat panik dan ketakutan melihat fenomena tanah bergerak yang pertama kali terjadi di kampung itu." Tentu warga kami panik dan takut," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.