Perusakan Rumah Makan Manado di Cempaka Putih, Polisi Buru Pelaku

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kaca pecah. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    Ilustrasi kaca pecah. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Polisi belum bisa memastikan pelaku perusakan dua rumah makan khas Manado di Cempaka Putih berasal dari ormas tertentu. Wakil Kapolres Jakarta Pusat Ajun Komisaris Besar Ardie Ardian masih mendalami kasus perusakan dua restoran di Jalan Jenderal Ahmad Yani itu.

    Baca: Polisi Benarkan Kadis Tata Air Terjerat Kasus Perusakan Era Ahok

    “Masih kami dalami itu. Masih ditelusuri,” ujar Ardie ketika dikonfirmasi wartawan pada Rabu, 17 Oktober 2018.

    Tim dari Polres Jakarta Pusat masih menggali keterangan saksi sekaligus mencari kamera pengintai atau CCTV yang merekam kejadian perusakan tersebut.

    “Kami enggak bisa mengarah ke salah satu ormas. Kami pastikan dulu,” tutur Ardie.

    Sedangkan Kepala Kepolisian Sektor Cempaka Putih Komisaris Rosiana belum merespons pesan singkat dan telepon dari Tempo untuk mengkonfirmasi hal tersebut.

    Kejadian perusakan itu terjadi pada Selasa dini hari, 16 Oktober 2018 sekitar pukul 02.04 WIB. 

    Baca: Polresta Depok Rilis 8 Tersangka Perusakan di Perumahan Billabong

    Adapun dua restoran yang dirusak bernama RM Khas Manado Bunaken dan Andy Watung. Keduanya berada di Jalan Jenderal Ahmad Yani.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.