Penembakan di Apartemen Mediterania, Polisi: Ini Kasus Bunuh Diri

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi bunuh diri dengan pistol. Dok. TEMPO/Zulkarnain

    Ilustrasi bunuh diri dengan pistol. Dok. TEMPO/Zulkarnain

    TEMPO.CO, Jakarta - Polres Metro Jakarta Barat memastikan kasus penembakan di Apartemen Mediterania adalah bunuh diri menggunakan senjata api. Selain pistol berreta tomcat yang digunakan untuk bunuh diri, polisi juga menemukan beberapa senjata lain di kamar korban, Ommy Waisa Adrian, 43 tahun.

    Baca: Dua Peluru Nyasar Lagi di DPR? Puslabfor Polri: Sisa Kemarin

    "Sedang kami adakan penelitian di laboratorium forensik untuk mencari keidentikan antara proyektil dan senjata yg digunakan bunuh diri, yaitu senjata bareta tomcat," kata Kepala Polres Metro Jakarta Barat, Komisaris Besar Hengki Haryadi dalam konferensi pers, Rabu, 17 Oktober 2018.

    Menurut Hengki, pistol kecil itu ditemukan di sebelah tubuh jenazah.

    Penembakan yang terjadi pada 16 Oktober 2018 ini dilaporkan oleh dua orang saksi. Mereka adalah orang terakhir yang berhubungan dengan korban.

    Menurut kedua saksi, sebelum bunuh diri korban menelepon mereka. Korban meminta maaf lalu terdengar suara letusan.

    Menurut Kapolres, kasus ini digugurkan karena tersangka yang sekaligus korban telah meninggal dunia.

    Baca: Kronologi Mahasiswa Binus yang Tewas Jatuh dari Lantai 5

    Korban hanya tinggal berdua dengan anaknya di apartemen. Hingga saat ini pihak keluarga belum bisa memberikan banyak informasi terkait kasus bunuh diri maupun kepemilikan senjata api oleh korban.

    NADA ZEITALINI | TD


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mohamed Salah dan Para Pemain Bola yang Tetap Berpuasa Ramadan

    Saat menjalankan profesi yang menguras tenaga, Mohamed Salah dan sejumlah pemain bola yang berlaga di liga-liga eropa tetap menjalankan puasa Ramadan.