Nanik S. Deyang Beberkan Semua Kebohongan Ratna Sarumpaet

Reporter:
Editor:

Suseno

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua Tim Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto - Sandiaga Uno, Nanik S. Deyang, kabur menghindari media usai menjalani pemeriksaan di Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya pada Selasa dini hari, 16 Oktober 2018. Tempo/Adam Prireza

    Wakil Ketua Tim Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto - Sandiaga Uno, Nanik S. Deyang, kabur menghindari media usai menjalani pemeriksaan di Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya pada Selasa dini hari, 16 Oktober 2018. Tempo/Adam Prireza

    TEMPO.CO, Jakarta -  Wakil Ketua Tim Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto - Sandiaga Uno, Nanik S. Deyang, telah memberikan keterangan kepada polisi ihwal kebohongan yang dibuat Ratna Sarumpaet. Dalam pemeriksaan itu, Nanik menyampaikan sejumlah fakta yang diperlukan penyidik.

    Baca:Unggah Kasus Ratna di FB, Nanik S. Deyang Merasa Dibohongi

    “Diantaranya tentang fakta bahwa Ratna sangat berusaha meyakinkan seluruh orang tentang penganiyaan itu,” kata pengacara Nanik, Marthadinata, melalui telepon pada Rabu, 17 Oktober 2018.

    Menurut Marthadinata, kliennya juga menyampaikan, Ratna lah yang menginisiasi konferensi pers yang digelar Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Fakta ini merujuk pada pertemuan 2 Oktober 2018. Selain Nanik, pertemuan itu juga dihadiri Prabowo, Fadli Zon, Amien Rais, dan Said Iqbal.

    Baca kembali: Dasar-Dasar Pengajuan Status Tahanan Kota oleh Ratna Sarumpaet

    Berdasarkan penilaian Nanik, kata Marthadinata, dalam pertemuan itu Ratna berusaha meyakinkan semua orang bahwa penganiayaan itu benar-benar terjadi. Bahkan Ratna meminta Prabowo untuk mengadakan konferensi pers menceritakan ihwal penganiayaan tersebut. “Kata dia agar orang lain tidak takut,” ujar Marthadinata.

    Atas dasar itulah Prabowo kemudian menggelar konferensi pers menjelaskan kronologi penganiayaan yang diceritakan oleh Ratna.

    Baca : Sudah Ditolak, Ratna Sarumpaet Ngotot Ingin Tahanan Kota

    Marthadinata menegaskan, kliennya beranggapan pertemuan itu menjadi satu rangkaian kebohongan yang diciptakan Ratna Sarumpaet. Belakangan, setelah polisi membongkar kebohongan itu, Ratna baru membuka kedoknya. Dia mengaku bahwa penganiayaan itu tidak pernah terjadi. Wajahnya yang lebam bukan akibat penganiayaan melainkan pasca operasi plastik.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.