Peluru Nyasar, Wacana Lapangan Tembak Senayan Ditutup Menguat

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pewarta mengambil foto kaca yang retak akibat terkena tembakan peluru di ruangan anggota DPR Totok Daryanto di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 17 Oktober 2018. Dua proyektil peluru itu mengenai dua ruangan anggota DPR Vivi Sumantri Jayabaya dan Totok Daryanto. ANTARA

    Pewarta mengambil foto kaca yang retak akibat terkena tembakan peluru di ruangan anggota DPR Totok Daryanto di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 17 Oktober 2018. Dua proyektil peluru itu mengenai dua ruangan anggota DPR Vivi Sumantri Jayabaya dan Totok Daryanto. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Ditemukannya 5 peluru nyasar ke gedung DPR sejak Senin lalu membuat anggota DPR meminta agar lapangan tembak Senayan ditutup dan dipindahkan.

    Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI, Anthon Sihombing mengatakan ihwal peluru nyasar tersebut untuk menjaga keamanan yang ada terutama di gedung DPR dan sekitarnya.

    Baca : 4 Peluru Nysar ke Gedung DPR, Polisi Pastikan dari Pistol Glock

    "Kami akan memperketat pengamanan. Apa lagi ini tahun politik, kalau dibiarkan penembakan ini berulang-ulang berarti lebih penting lapangan tembak dari pada gedung DPR yang menjadi ikon di republik ini," kata Anthon, di Gedung DPR, Kamis, 18 Oktober 2018.

    Menurut Anthon, BURT akan mengundang Sekeratariat Negara, Persatuan Penembak Indonesia (PERBAKIN) dan pengelola Gelora Bung Karno untuk rapat pada tanggal 23 atau 24 Oktober 2018 pekan depan untuk membahas penutupan lapangan tembak Senayan.

    Lapangan tembak reaksi di Lapangan Tembak Senayan, diduga menjadi lokasi asal peluru nyasar ke gedung DPR, Selasa 16 Oktober 2018. Tempo/ M Yusuf Manurung

    "Direlokasi dong, di kota metropolitan sebesar ini masa lapangan tembak ditengah-tengah kota" ujar Anthon.

    Anthon mengatakan bahwa pihak BURT akan mengupayakan ditutupnya lapangan tembak ini sebagai langkah antisipasi. Namun jika tidak berhasil maka DPR akan memasang kaca anti peluru sebagai keamanan.

    Simak juga :
    Roro Fitria Divonis 4 Tahun Penjara, Apa Saja Pertimbangan Hakim?

    Sebelumnya, sejak Senin, 15 Oktober lalu setidaknya ada lima lubang bekas tembakan peluru dan empat proyektil yang sudah ditemukan di gedung Nusantara I DPR RI.

    Kepolisian Daerah Metro Jaya telah mengungkap dua tersangka penembak yang memicu peluru nyasar ke gedung DPR ini. Mereka adalah IAW dan RM, PNS di Kementerian Perhubungan. Keduanya dijadikan tersangka karena dianggap lalai saat berlatih menembak.

    NADA ZEITALINI | DA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Pemberantasan Rasuah Indonesia di Hari Antikorupsi Sedunia

    Wajah Indonesia dalam upaya pemberantasan rasuah membaik saat Hari Antikorupsi Sedunia 2019. Inilah gelap terang Indeks Persepsi Korupsi di tanah air.