Jumat, 16 November 2018

Keributan di Diskotek Bandara, Satu Tewas dan 4 Luka Tusuk

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi tewas atau jenazah atau jasad. shutterstock.com

    Ilustrasi tewas atau jenazah atau jasad. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Keributan antar pengunjung di Diskotek Bandara Daan Mogot pada Rabu dinihari, 17 Oktober 2018, menyebabkan satu korban tewas dan empat korban luka tusuk. Polsek Kebon Jeruk kini memburu pencetus keributan dan penganiayaan yang dipicu saling senggol saat joget.

    Baca: Pengedar Sabu Cair di Diskotek MG Club Divonis 19 Tahun Penjara

    Kapolsek Kebon Jeruk Komisaris Polisi Martson Marbun mengatakan polisi sudah mengantongi nama dan ciri-ciri pelaku keributan dan penganiayaan tersebut.

    "Sudah, nama-namanya, berapa orang pelakunya sudah, cuma posisi mereka sekarang, sedang kita lacak keberadaannya," ujar Kompol Martson Marbun, Kamis 18 Oktober 2018.

    Saat ditanya mengenai jumlah pelaku, Marbun tidak dapat menjelaskan secara rinci. Namun dari keterangan para saksi di lokasi kejadian perkara, pelaku keributan dan penganiayaan berkisar 4-6 orang. "Ya hampir sama (jumlahnya dengan korban)," ujar dia.

    Baca: Tamu Diskotek Tewas, Ini Pesan Eks Humas Exotic Untuk Anies

    Marbun mengatakan, empat korban penusukan kini telah membaik, dan tidak dalam keadaan ketergantungan alkohol serta narkoba.


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Tangis Baiq Nuril, Korban Pelecehan Yang Dipidana

    Kasus UU ITE yang menimpa Baiq Nuril, seorang guru SMAN 7 Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengundang tanda tanya sejumlah pihak.