Bekasi Minta Dana Hibah 2019 ke Anies Rp 1 Triliun, Untuk Apa?

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi usai melakukan pertemuan di Balaikota, Jakarta, 25 November 2015. TEMPO/M IQBAL ICHSAN\

    Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi usai melakukan pertemuan di Balaikota, Jakarta, 25 November 2015. TEMPO/M IQBAL ICHSAN\

    TEMPO.CO, Bekasi - Pemerintah Kota Bekasi mengajukan dana hibah kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan Rp 1 triliun untuk 2019. Dana ini akan dipakai untuk memberikan kompensasi warga di kawasan Tempat Penampungan Sampah Terpadu Bantargebang serta pembangunan fisik penunjang mobilitas truk sampah milik DKI di Kota Bekasi.

    Baca: Dana Hibah untuk Bekasi Diduga Digunakan Program Ok Oce

    Kepala Bidang Pengendalian dan Evaluasi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Bekasi Marlina Lucianawati mengatakan usul dana hibah telah dikirimkan pada Mei lalu.

    "Sampai sekarang kami masih menunggu prosesnya," katanya di Bekasi, Jumat, 19 Oktober 2018.

    Ada dua jenis usul, yaitu dana hibah kompensasi untuk masyarakat di Bantargebang senilai Rp 420 miliar serta dana hibah kemitraan Rp 582 miliar. Jika ditotal, dana hibah yang diusulkan mencapai Rp 1 triliun lebih.

    Berdasarkan dokumen yang didapatkan Tempo, dana hibah kemitraan yang diusulkan meliputi lanjutan pembangunan flyover Cipendawa 372 miliar, lanjutan pembangunan flyover Rawapanjang Rp 188 miliar, pembangunan saluran bawah tanah Buaran Rp 16,4 miliar, dan peningkatan fasilitas penerangan jalan umum Rp 5 miliar.

    Sedangkan rincian dana hibah untuk kompensasi Bantargebang antara lain bantuan langsung tunai Rp 70 miliar, pembangunan polder air Ciketing Udik Rp 280 miliar, Puskesmas Bantargebang Rp 10 miliar, dan pembuatan Instalasi pengolahan air limbah bersama Rp 28 miliar. Ada pula sejumlah kegiatan lain yang bernilai ratusan juta rupiah hingga Rp 5 miliar.

    Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok (kanan) bersalaman dengan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi usai pertemuan di Balai Kota, Jakarta, 25 November 2015. Pertemuan tersebut membicarakan perjanjian antara pemerintah DKI dan Pemerintah Kota Bekasi terkait dengan pembuangan sampah warga Jakarta di Tempat Pengelolaan Sampah (TPS) Terpadu, Bekasi, Jawa Barat. TEMPO/M. Iqbal Ichsan

    Pemerintah Bekasi berharap usul ini dapat direalisasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada 2019. Sebab, usul tahun lalu senilai Rp 1,4 triliun dana hibah kompensasi dan kemitraan hanya dapat direalisasi Rp 196 miliar untuk kompensasi Bantargebang. Sedangkan dana hibah kemitraan, yang pada era Ahok selalu dipenuhi, tak direalisasi oleh pemerintahan Gubernur Anies Baswedan.

    Baca: DKI Janji Bahas Dana Hibah, tapi Bekasi Harus Mampu Menyerap

    Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengatakan pemerintah membutuhkan dana tambahan untuk pembangunan proyek flyover Cipendawa dan Rawapanjang. Kebutuhan anggaran untuk proyek itu bisa mencapai Rp 500 miliar. "Tahun lalu dianggarkan Rp 100 miliar, tahun ini terserap semua, tahun depan belum ada anggarannya, makanya diusulkan di DKI," ucapnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.