Dinas LH Jakarta Pusing, Kiriman Sampah dari Bogor Ratusan Ton

Reporter:
Editor:

Untung Widyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas kebersihan menggunakan alat berat mengangkut sampah yang terbawa arus di kolong jembatan aliran Kali Ciliwung, Kampung Melayu, Jakarta, 7 Februari 2018. Total sampah akibat banjir yang telah diangkut petugas sejak Senin lalu mencapai 1.596 ton TEMPO/Amston Probel

    Petugas kebersihan menggunakan alat berat mengangkut sampah yang terbawa arus di kolong jembatan aliran Kali Ciliwung, Kampung Melayu, Jakarta, 7 Februari 2018. Total sampah akibat banjir yang telah diangkut petugas sejak Senin lalu mencapai 1.596 ton TEMPO/Amston Probel

    TEMPO.CO, Jakarta – Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta kini bersiap-siap menerima kiriman sampah dari wilayah Bogor seiring masuknya musim hujan pada November 2018.

    Baca juga: Pemerintah DKI Kewalahan Tangani Sampah di Teluk Jakarta

    “Bisa ratusan ton jumlahnya,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Isnawa Adji saat dihubungi Tempo, pada Minggu 21 Oktober 2018.

    Pada musim hujan awal tahun  2018, Isnawa mencontohkan, tumpukan sampah di Pintu Air Manggarai mencapai 300 ton dan Pintu Air Season City mencapai 250 ton. 

    “Sedangkan yang tersangkut di jembatan Kampung Melayu sampai 1.500 ton,” ujar  Isnawa yang mengaku pusing dengan banyaknya sampah kiriman dari wilayah Bogor dan Depok, Jawa Barat.

    Sampah kiriman dari kota tetangga itu didominasi oleh sampah pohon dan bambu. Sedangkan sisanya adalah sampah rumah tangga yang dibuang masyarakat ke kali.

    Di luar musim hujan, sampah di Pintu Air Manggarai bisa mencapai 15 ton.  Angka ini menurun ketimbang tiga tahun lalu yang mencapat 70 ton.

    Simak juga: KLHK: Jakarta Produksi 70 Ribu Ton Sampah per Hari

    Isnama mengungkapkan penurunan jumlah tersebut disebabkan Pasukan Oranye Dinas LH DKI yang  sudah berjaga di beberapa titik sungai sebelum pintu air. Sehingga, kuantitas sampah telah berkurang banyak  sebelum bertumpuk di pintu air.

    Isnawa mengatakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah berkomunikasi dengan Wali Kota Bogor  agar  kiriman sampah  melalui sungai tidak terulang kembali.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.