Dinas Bina Marga Bekasi Benarkan Minta Hibah Rp 2 Triliun ke DKI

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pembangunan jembatan. dok.TEMPO

    Ilustrasi pembangunan jembatan. dok.TEMPO

    TEMPO.CO, Bekasi - Pemerintah DKI Jakarta menerima dua usulan dana hibah dari Kota Bekasi. Total usulan itu mencapai Rp 3 triliun masing-masing melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Rp 1 triliun dan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Rp 2 triliun.

    Baca:
    Hibah 2018 Mandek, Kota Bekasi Minta Rp 3 Triliun untuk 2019

    Kepala Bidang Perencanaan pada Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air, Kota Bekasi, Dicky Irawan, membenarkan mengusulkan dana senilai Rp 2 triliun kepada DKI Jakarta. Proposal pengajuan itu masuk pada 15 Oktober lalu. "Iya," ujar Dikcy, Minggu 21 Oktober 2018.

    Dicky tak merinci jumlah kegiatan yang diusulkan dalam bentuk dana hibah kemitraan sebesar itu. "Lagi dibahas," ujar Dicky lagi. DKI sendiri menjadwalkan membahas usulan dari Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air pada pekan depan.

    Baca:
    Dari Sini Bibit Kisruh Hibah DKI dan Bekasi Berawal

    Usulan lain yang masuk ke DKI yaitu Rp 1 triliun melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Bekasi. DKI menyebut usulan dalam bentuk dana kompensasi bau Bantargebang senilai Rp 420 miliar dan dana hibah kemitraan Rp 582 miliar itu sudah masuk dalam Kebijakan Umum Anggaran dan prioritas Plafon Anggaran Sementara) Anggaran 2019.

    Pusat Pemerintah Kota Bekasi dan Stadion Patriot Candrabhaga Kota Bekasi, 2018. Tempo/Ali Anwar

    Dana hibah kemitraan diusulkan untuk pembangunan lanjutan flyover Cipendawa senilai Rp 372 miliar, flyover Rawapanjang senilai Rp 188 miliar, pembangunan saluran bawah tanah atau crossing Buaran Rp 16,4 miliar, dan peningkatan fasilitas penerangan jalan umum Rp 5 miliar.

    Baca:
    Dihadang Wali Kota, DKI Maksimalkan Tiga Jalur ke Bantargebang

    Sedangkan dana hibah untuk kompensasi bau Bantargebang yaitu bantuan langsung tunai Rp 70 miliar, pembangunan polder air Ciketing Udik Rp 280 miliar, puskesmas Bantargebang Rp 10 miliar, dan pembuatan IPAL bersama Rp 28 miliar, serta sejumlah kegiatan lainnya yang bernilai ratusan juta rupiah hingga Rp 5 miliar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Wuhan Menjangkiti Kapal Pesiar Diamond Princess

    Jumlah orang yang terinfeksi virus korona Wuhan sampai Minggu, 16 Februari 2020 mencapai 71.226 orang. Termasuk di kapal pesiar Diamond Princess.