Selasa, 13 November 2018

Bagaimana Nasib Wisma Atlet Kemayoran, Diputuskan pada Juni 2019

Reporter:
Editor:

Untung Widyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pekerja melintasi proyek pembangunan Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, 26 Februari 2018. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    Seorang pekerja melintasi proyek pembangunan Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, 26 Februari 2018. TEMPO/Fakhri Hermansyah

     

    TEMPO.CO, Jakarta – Wisma Atlet Kemayoran sudah kosong setelah digunakan oleh ribuan atlet Asian Games dan Asian Para Games 2018. Bagaimana kelanjutan 10 tower apartemen yang menjadi tempat menginap para atlet dan ofisial dari Asia?

    Saat ini masa peminjaman Wisma Atlet oleh panitia Asian Games, Inasgoc dan Asian Para Games, Inapgoc kepada Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) belum berakhir.

    Baca juga: Setelah Asian Games Berakhir, Jadi Apa Wisma Atlet Kemayoran?

    Lahan dan aset di Kemayoran sendiri dimiliki  Kementerian Sekretariat Negara.

    "Sebelumnya Inasgoc dan Inapgoc pinjamannya melalui Kementerian PUPR, baru balik ke Setneg bulan Juni tahun depan," kata Direktur Utama Pusat Pengelolaan Komplek Kemayoran Dwi Nugroho kepada Tempo, Minggu  21 Oktober 2018.

    Dwi mengatakan, tanggung jawab Wisma Atlet Kemayoran saat ini masih berada di tangan Kementerian PUPR. Beberapa kewajiban ihwal wisma itu masih harus dilaksanakan sebelum dikembalikan ke Kementerian Sekretaris Negara.

    "Seperti ruangan untuk Asian Para Games lalu nanti dikembalikan seperti ruangan biasa," katanya.

    Setelah dikembalikan, kata Dwi, pemanfaatan baru dilakukan oleh Kementerian Sekretaris Negara. Mengenai pilihan pemanfaatan, Dwi mengatakan masih dalam tahap pembahasan.

    Pembangunan Wisma Atlet Kemayoran  yang rampung pada Desember 2017 dikerjakan oleh Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan. Ada 10 tower yang terbagi atas tujuh tower di Blok D10 dengan jumlah unit 5.494 unit dan akan menampung 16.482 orang.

    Kemudian tiga tower lainnya di Blok C2 dengan jumlah unit 1.932 unit yang menampung 5.796 orang.

    Simak juga: PUPR: Wisma Atlet Kemayoran Siap Digunakan untuk Asian Para Games

    Kepala Biro Humas Kementerian PUPR Endra Saleh mengatakan segala kerusakan di Wisma Atlet Kemayoran yang bukan karena pemakaian dalam Asian Games dan Asian Para Games akan dikerjakan kontraktor.

    Namun, jika ada fasilitas Wisma Atlet Kemayoran yang rusak akibat perhelatan itu, tanggung jawab berada di panitia.  "Kalau rusak karena penggunaan tanggung jawab Inasgoc dan Inapgoc,"  katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lion Air JT - 610, Kecelakaan Pesawat Nomor 100 di Indonesia

    Jatuhnya Lion Air nomor registrasi PK - LQP rute penerbangan JT - 610 merupakan kecelakaan pesawat ke-100 di Indonesia. Bagaimana dengan di dunia?