Alasan Pedagang Pasar Dukung Jokowi - Ma'ruf Amin, Bukan Sandiaga

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo bersama Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (International Monetery Fund/ IMF) Christine Lagarde saat blusukan ke Pasar Tanah Abang, Jakarta, 26 Februari 2018. TEMPO/Subekti.

    Presiden Joko Widodo bersama Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (International Monetery Fund/ IMF) Christine Lagarde saat blusukan ke Pasar Tanah Abang, Jakarta, 26 Februari 2018. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Bogor – Ketua Umum Komite Pedagang Pasar (KPP) Abdul Rosyid mengungkapkan sifat merakyat Jokowi menjadi salah satu alasan mereka tetap mendukung calon presiden nomor urut 01 itu.

    Baca: Resah Jadi Alat Politik Sandiaga, Pedagang Pasar Pilih Jokowi

    “Alasannya, kami sudah melihat kepemimpinan Jokowi saat ini, selain itu cara beliau merakyat, itu betul-betul peduli bukan hanya pencitraan semata,” kata Rosyid kepada Tempo, Senin 22 Oktober 2018.

    Abdul Rosyid mengklaim 15 juta pedagang pasar dari 200 ribu pasar seluruh Indonesia tetap memilih kepemimpinan Jokowi-Ma'ruf Amin sebagai Presiden-Wakil Presiden RI 2019-2024.

    Rosyid yakin kepemimpinan Jokowi mampu menjamin kesejahteraan masyarakat, terutama pedagang pasar. “Saya yakin 100 persen anggota KPP dukung Jokowi, ini hanya kekurangannya kita butuh konsolidasi ke seluruh pengurus,” kata Rosyid.

    Menurut Rosyid, anggota KPP yang sudah mendeklarasikan dukung kepada Jokowi-Ma’ruf Amin antara lain Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah dan Sumatera Selatan. KPP berencana mengadakan deklarasi serempak pedagang pasar dari berbagai provinsi pada Kamis, 25 November 2018. 

    Sebelumnya pedagang pasar yang tergabung dalam Komite Pedagang Pasar (KPP) mendeklarasikan dukungan pada Jokowi - Ma'ruf Amin pada Ahad 21 Oktober 2018 di Bogor. 

    Abdul Rosyid menilai kampanye Pilpres 2018 yang dilakukan cawapres pasangan nomor urut 2, Sandiaga Uno telah memojokkan para pedagang pasar tradisional. Mereka merasa hanya dijadikan sebagai alat politik untuk merebut hati masyarakat. 

    Baca: Sandiaga Uno Sebut Harga di Pasar Naik Terus, Pedagang Ini Protes

    “Beliau (Sandiaga Uno) bicarakan stabilkan harga tapi tak punya sistem, makanya kami melihat ada politisasi dari Sandiaga untuk memojokkan pemerintah dan menggunakan kami pedagang pasar sebagai alat politik,” kata Rosyid.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.