Polisi: Tersangka Kasus Peluru Nyasar ke DPR Bisa Bertambah

Tersangka memeragakan adegan dalam rekonstruksi insiden peluru nyasar ke Gedung DPR di Lapangan Tembak Senayan, Jakarta, Jumat, 19 Oktober 2018. Lima lubang proyektil ditemukan di Gedung DPR di sejumlah ruangan berbeda. TEMPO/Subekti

TEMPO.CO, Jakarta - Penyidikan peluru nyasar ke Gedung DPR RI mungkin menetapkan tersangka baru. “Bisa jadi (bertambah), tergantung hasil pemeriksaan,” kata Kepala Sub Direktorat Kendaraan Bermotor Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Sapta Maulana, di Polda Metro Jaya, Senin 22 Oktober 2018.

Baca:
Mau Pasang Kaca Anti Peluru, DPR: Tidak Boleh Sewot

Polisi telah menetapkan dua tersangka dalam kasus tersebut yakni IAW dan RMY. Keduanya ditangkap saat sedang berlatih tembak di lokasi yang diduga asal peluru, Lapangan Tembak Senayan, pada Senin 15 Oktober 2018. Proyektil yang ditemukan di Gedung DPR sesuai dengan kaliber senjata yang sedang mereka gunakan.

Hingga saat ini, lanjut Sapta, polisi telah memeriksa sembilan orang saksi. Satu di antaranya adalah anggota Persatuan Penembak Indonesia (Perbakin) dan petugas Lapangan Tembak Senayan berinisial HS yang mendampingi IAW dan RMY berlatih tembak.

Baca:
Empat Peluru Nyasar Sampai ke Gedung DPR, Ini yang Terjadi Versi Polisi
Lubang Kelima Ditemukan, Peluru Nyasar ke DPR Terus Bertambah?

Sapta menyebut HS melanggar aturan lantaran menawarkan alat Switch Customizer kepada IAW. Alat tersebut berfungsi mengubah senjata api jenis Glock-17 yang digunakan IAW menjadi mode full automatic.

Kaca yang retak akibat terkena tembakan peluru di ruangan anggota DPR Totok Daryanto di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 17 Oktober 2018. Polisi menyatakan peluru yang ditemukan di lantai 10 dan lantai 20 gedung DPR itu bukan berasal dari peristiwa penembakan baru dan merupakan rentetan dari peristiwa yang terjadi pada Senin (15/10) ANTARA

Hal itulah yang diduga membuat IAW terkejut saat menembakkan pistol tersebut sehingga mengakibatkan pelurunya nyasar ke Gedung DPR. Ada lima proyektil yang telah ditemukan dan enam lubang di enam ruangan yang tersebar di Lantai 6, 9, 10, 13, 16 dan 2.

“Dia (HS) melanggar karena memang untuk olah raga tidak diperkenankan memakai automatic,” kata Sapta.

Baca juga:
Anies Baswedan Sepakat Lapangan Tembak Senayan Harus Pindah

Sapta juga menyebut akan memeriksa pengurus Perbakin lainnya sebagai pengelola Lapangan Tembak Senayan. Hal itu bertujuan untuk mengetahui Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk berlatih di lapangan itu.

Terhadap tersangka IAW dan RMY polisi telah menjerat dengan pasal 1 Ayat 1 Undang-Undang Darurat Nomor 12 tahun 1952 karena senjata api yang mereka gunakan tak berizin. Mereka pun terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara.






Komisi IV Soroti Pengelolan Sampah di Yogyakarta

1 jam lalu

Komisi IV Soroti Pengelolan Sampah di Yogyakarta

Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IV DPR RI mengunjungi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yang merupakan tempat pembuangan sampah gabungan.


Setjen DPR Tingkatkan 'Awareness' Nilai Dasar ASN Melalui Sosialisasi 'Core Values' dan 'Employee Branding' ASN

1 jam lalu

Setjen DPR Tingkatkan 'Awareness' Nilai Dasar ASN Melalui Sosialisasi 'Core Values' dan 'Employee Branding' ASN

Sekretariat Jenderal DPR RI mengadakan sosialisasi Core Values dan Employee Branding Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk meningkatkan awareness seluruh pegawai Setjen DPR RI untuk terus menginternalisasikan nilai-nilai Ber-AKHLAK.


Dukungan 'Green Energy' dalam Rangkaian Kegiatan P20

1 jam lalu

Dukungan 'Green Energy' dalam Rangkaian Kegiatan P20

DPR RI akan menyelenggarakan kegiatan 8th G20 Parliamentary Speakers' Summit (P20)


Fit and Proper Test Komnas HAM, DPR Singgung Atensi Berbeda di Kasus Brigadir J dan KM 50

2 jam lalu

Fit and Proper Test Komnas HAM, DPR Singgung Atensi Berbeda di Kasus Brigadir J dan KM 50

Arsul Sani singgung atensi atau perhatian Komnas HAM yang berbeda di beberapa kasus seperti Brigadir J, Lukas Enembe, Wadas dan KM 50.


Komisi III DPR RI Gelar Fit and Proper Test 14 Calon Anggota Komnas HAM

5 jam lalu

Komisi III DPR RI Gelar Fit and Proper Test 14 Calon Anggota Komnas HAM

Komisi III DPR RI menggelar uji kepatutan dan kelayakan calon anggota Komnas HAM periode 2022-2027. Ada 14 kandidat yang akan di uji oleh komisi III DPR RI.


Nadiem Klarifikasi Soal Tim Bayangan, Kenapa Masih Dianggap tak Jelas?

6 jam lalu

Nadiem Klarifikasi Soal Tim Bayangan, Kenapa Masih Dianggap tak Jelas?

Istilah 'shadow organization' atau tim bayangan yang disampaikan Menteri Nadiem Makarim di Forum PBB masih beresonansi kuat di Tanah Air.


Fraksi PKS DPR Ajak Ormas Islam Kolaborasi Bahas RUU

13 jam lalu

Fraksi PKS DPR Ajak Ormas Islam Kolaborasi Bahas RUU

Jazuli menilai ormas-ormas Islam yang merupakan representasi dari umat adalah bagian dari Fraksi PKS.


Puan Tanam Padi dan Borong Sayur di Bali

1 hari lalu

Puan Tanam Padi dan Borong Sayur di Bali

Puan berdialog dengan warga setelah melakukan kegiatan di sawah.


DPR Ungkap 3 Hal yang Didalami untuk Memilih Pengganti Lili Pintauli

2 hari lalu

DPR Ungkap 3 Hal yang Didalami untuk Memilih Pengganti Lili Pintauli

Komisi III DPR hari ini menggelar uji kelayakan bagi calon komisioner KPK pengganti Lili Pintauli Siregar. Dua calon itu diminta sampaikan visi misi.


TNI AU Usut Pemilik Granat Asap dan Ratusan Peluru di Pondok Gede

2 hari lalu

TNI AU Usut Pemilik Granat Asap dan Ratusan Peluru di Pondok Gede

TNI AU masih usut kepemilikan dan asal-muasal granat asap dan peluru di rumah kontrakan.