Jumat, 16 November 2018

Kabar Bentrokan Pemuda Pancasila vs Gibas di Bekasi, Polisi: Hoax

Reporter:
Editor:

Ali Anwar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi demo atau untuk rasa. TEMPO/Subekti

    Ilustrasi demo atau untuk rasa. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Bekasi - Kepolisian Resor Metro Bekasi membantah akan terjadinya bentrokan antar organisasi kemasyarakatan Pemuda Pancasila dengan Gibas di kawasan industri MM 2100, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi. Kabar ini viral di media sosial melalui pesan berantai sejak siang tadi.

    Baca juga: Di Depan Anies Baswedan, Jokowi Singgung Politikus Sontoloyo

    "Informasi adanya bentrokan tidak benar, hoax. Masyarakat kami imbau agar tidak menyebarkan informasi yang belum pasti kebenarannya," kata juru bicara Polres Metro Bekasi Ajun Komisaris Sukrisno kepada Tempo, Selasa, 23 Oktober 2018.

    Menurut Sukrisno, yang benar adalah hari ini ada aksi unjuk rasa dari ormas Pemuda Pancasila. Mereka hendak melakukan aksi di dalam kawasan industri MM 2100. Di hari yang sama, kata dia, massa dari ormas Gibas juga berencana melakukan unjuk rasa.

    "Ormas Gibas tidak diberikan izin untuk unjuk rasa, sehingga hari ini ormas ini tidak ada akasi," kata Sukrisno.

    Ia mengatakan, polisi yang berjumlah sekitar 650 personil mencegah massa dari Pemuda Pancasila merangsek ke kawasan MM2100. Karena itu, jalur menuju ke objek vital nasional tersebut ditutup. Adapun massa dari PP diperkirakan mencapai 300-an orang.

    Baca juga: Banjir Serta Petir Iringi Jokowi dan Anies Saat Bagi Serififikat

    Menurut dia, karena situasi di lapangan cukup ramai, diduga ada masyarakat yang menyebarkan informasi tidak benar. Seolah-olah bakal ada bentrokan dua kelompok massa. "Padahal massa dari PP ini hendak pulang, karena membubarkan diri untuk pulang," ujar Sukrisno.

    Adapun informasi hoax yang beredar di media sosial mengimbau agar masyarakat tak melewati kawasan MM2100. Sebab, akan ada bentrokan antara ormas Gibas dan PP secara besar besaran.


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Tangis Baiq Nuril, Korban Pelecehan Yang Dipidana

    Kasus UU ITE yang menimpa Baiq Nuril, seorang guru SMAN 7 Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengundang tanda tanya sejumlah pihak.