5 Pernyataan Sandiaga Uno Soal Harga-harga Saat Blusukan di Pasar

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga menyalami calon wakil presiden Sandiaga Uno di Pasar Cihapit, Bandung, Jawa Barat, Rabu, 17 Oktober 2018. Sandiaga dan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan blusukan ke pasar dan sejumlah kawasan untuk mengkampanyekan capres-cawapres nomor urut 02 di Jawa Barat. TEMPO/Prima Mulia

    Warga menyalami calon wakil presiden Sandiaga Uno di Pasar Cihapit, Bandung, Jawa Barat, Rabu, 17 Oktober 2018. Sandiaga dan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan blusukan ke pasar dan sejumlah kawasan untuk mengkampanyekan capres-cawapres nomor urut 02 di Jawa Barat. TEMPO/Prima Mulia

    Direktur presidential Studies DECODE Fisipol Universitas Gadjah Mada, Nyarwi Ahmad, mengatakan gaya komunikasi Sandiaga Uno ini disebut politik dumbing down. Dalam gaya komunikasi itu, politikus cenderung menggeser istilah-istilah politik yang rigid dan diplomatis dengan istilah yang mudah dipahami.

    Simak juga :
    Resah Jadi Alat Politik Sandiaga Uno, Pedagang Pasar Ini Pilih Jokowi

    "Ini tren istilah yang muncul di Eropa dalam 10 tahun ini untuk menyederhanakan kalimat politik yang sangat serius," kata Nyarwi kepada Tempo, kemarin. Berikut adalah lima pernyataan Sandiaga perihal kenaikan harga tersebut:

    1 Tempe Setipis ATM

    Sandiaga Uno mengatakan mendapat keluhan masyarakat soal tempe yang saat ini sudah setipis kartu ATM. Dia mengatakan pedagang mengakali mahalnya harga kedelai dengan memperkecil ukuran tempe yang mereka jual tersebut.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti Istilah Kebijakan Pemerintah Atasi Covid-19, dari PSBB sampai PPKM

    Simak sejumlah istilah kebijakan penanganan pandemi Covid-19, mulai dari PSBB hingga PPKM, yang diciptakan pemerintah sejak 20 April 2020.