Berseteru dengan Surya Paloh Soal Impor, Rizal Ramli: Saya Sedih

Mantan Menko Kemaritiman Rizal Ramli diperiksa terkait dugaan pencemaran nama baik Ketua Nasdem Surya Paloh di Polda Metro Jaya, 24 Oktober 2018. Tempo/Imam Hamdi

TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli menyatakan tidak punya niat untuk merusak nama baik Ketua Nasdem Surya Paloh.

Baca: Datangi Polda Metro, Rizal Ramli: Tidak Ada Niat Merusak Nama Surya Paloh

Pernyataan itu diungkapkan Rizal Ramli sebelum memberi keterangan kepada polisi di Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Rabu, 24 Oktober 2018. Rizal dilaporkan atas dugaan pencemaran nama baik bos Media Group Surya Paloh.  

"Saya ingin menegaskan bahwa saya tidak punya niat untuk merusak nama baik siapa pun. Lembaga maupun orang," kata Rizal Ramli di Polda Metro Jaya, Rabu siang.

Pemanggilan Rizal ke Polda Metro terkait dengan laporan pencemaran nama baik Ketua Partai Nasdem Surya Paloh. Rizal mengatakan bakal memberikan keterangan kepada polisi untuk menjelaskan duduk perkara kasus yang dilaporkan oleh Partai Nasdem itu.

Rizal mengaku sejak masih menjadi mahasiswa dirinya telah memperjuangkan kepentingan publik. Bahkan, saat menjadi pejabat di pemerintahan maupun sudah tidak punya jabatan ia selalu memperjuangkan kepentingan publik.

"Ada satu konsistensi yang tidak pernah berhenti. Rizal Ramli selalu memperjuangkan kepentingan publik," ujarnya. "Jadi tidak ada niat mencelakakan siapa pun."

Ketua Bidang Hukum, Advokasi, dan HAM Partai Nasdem Taufik Basari melaporkan Rizal Ramli ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya, Senin, 17 September 2018. TEMPO/Lani Diana

Rizal pun sedih jika kritiknya terhadap pemerintah berujung menjadi laporan ke polisi. Apalagi, kata Rizal, Surya Paloh yang merasa namanya dicemarkan adalah sahabat lamanya.

"Sebenarnya saya sedih karena pelapor (Surya Paloh) adalah sahabat lama. Bahkan saya mantu selalu hadir," ujarnya.

Kesedihan Rizal semakin bertambah karena sosok yang melaporkannya adalah tokoh pers yang mempunyai nama besar di Indonesia. "Terutama di jaman Soeharto. Korannya dibredel. Televisinya bagus. Kok gara-gara perbedaan pendapat main ngadu ke polisi," ucapnya.

Baca: Ini Pernyataan Rizal Ramli Ihwal Surya Paloh yang Berujung Laporan ke Polisi

Menurut Rizal Ramli, perbedaan pendapat biasa terjadi dalam dunia media. Namun, Rizal heran perbedaan pendapat yang diungkapkannya di dua televisi swasta dianggap sebagai pencemaran nama baik Surya Paloh. "Wawancara saya di dua televisi. Semestinya masuk Undang-Undang pokok pers. Itu kan aturannya di media," katanya. "Tiba-tiba main panggil-panggil (dilaporkan ke polisi)."






Anies Baswedan Hemat Bicara Soal Nasdem Deklarasi Capres 2024 Besok

9 jam lalu

Anies Baswedan Hemat Bicara Soal Nasdem Deklarasi Capres 2024 Besok

Anies Baswedan hemat bicara soal agenda Partai NasDem akan deklarasi Capres 2024 besok.


Pemerintah Buat Platform Neraca Komoditas, Apa Fungsinya?

10 jam lalu

Pemerintah Buat Platform Neraca Komoditas, Apa Fungsinya?

Platform data dan informasi neraca komoditas dibuat untuk mendorong penyederhanaan tata niaga.


Penahanan Produk Hortikultura, Stranas Pencegahan Korupsi Minta Pemerintah Review Regulasi Importasi

1 hari lalu

Penahanan Produk Hortikultura, Stranas Pencegahan Korupsi Minta Pemerintah Review Regulasi Importasi

Stranas Pencegahan Korupsi merekomendasikan pemerintah untuk melakukan review terhadap regulasi yang abu-abu soal imporasi produk hortikultura.


Kementan Lepas 1.619 Ton Produk Hortikultura yang Sempat Ditahan di Tiga Pelabuhan

1 hari lalu

Kementan Lepas 1.619 Ton Produk Hortikultura yang Sempat Ditahan di Tiga Pelabuhan

Kementan menyatakan 1.619 ton produk hortikultura telah melalui serangkaian tindakan karantina, serta dipastikan sehat dan aman.


Dugaan Upaya Kriminalisasi Anies Baswedan, NasDem: Jika Benar Membahayakan Demokrasi

1 hari lalu

Dugaan Upaya Kriminalisasi Anies Baswedan, NasDem: Jika Benar Membahayakan Demokrasi

Partai NasDem meminta KPK mengklarifikasi kabar soal upaya menjadikan Anies Baswedan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi Formula E.


Partai Demokrat Sudah Dengar Upaya Kriminalisasi Terhadap Anies Baswedan

1 hari lalu

Partai Demokrat Sudah Dengar Upaya Kriminalisasi Terhadap Anies Baswedan

Partai Demokrat menyayangkan upaya kriminalisasi Anies Baswedan. Isu penjegalan Anies ini sudah meruak di internal partai.


Putri Candrawathi Ditahan, Anggota Komisi III DPR Dukung Kapolri

1 hari lalu

Putri Candrawathi Ditahan, Anggota Komisi III DPR Dukung Kapolri

Penahanan terhadap Putri Candrawathi disebut membuktikan bahwa hukum tak hanya tajam ke bawah.


Fluktuasi Harga Kedelai, Badan Pangan: Saat Ini Sangat Tergantung Impor

2 hari lalu

Fluktuasi Harga Kedelai, Badan Pangan: Saat Ini Sangat Tergantung Impor

Badan Pangan Nasional (Bapanas) angkat suara perihal meroketnya harga kedelai di tingkat perajin tahu tempe yang mencapai Rp13.000 per kilogram (kg).


Komponen Mobil Listrik Masih Impor, Moeldoko Minta BRIN Kembangkan Produk Lokal

2 hari lalu

Komponen Mobil Listrik Masih Impor, Moeldoko Minta BRIN Kembangkan Produk Lokal

Ketua Periklindo Moeldoko mengatakan komponen impor membuat produksi dan harga mobil listrik menjadi mahal. BRIN sedang melakukan riset.


Paulus Waterpauw Laporkan Kuasa Hukum Lukas Enembe ke Bareskrim

3 hari lalu

Paulus Waterpauw Laporkan Kuasa Hukum Lukas Enembe ke Bareskrim

Laporan diajukan setelah Paulus mensomasi 2 x 24 jam ke tim kuasa hukum usai dituding terlibat dalam proses penetapan tersangka Lukas Enembe.