Bawaslu Periksa Ratna Sarumpaet di Polda Metro Jaya

Reporter:
Editor:

Suseno

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kiri: foto Ratna Sarumpaet dengan wajah lebam, yang diakuinya akibat penganiayaan, disebar lewat akun Twitter Rachel Maryam pada awal Oktober 2018. Kanan: Foto Ratna yang diambil pada 9 April 2018. Twitter.com/cumarachel (kiri), TEMPO/Subekti

    Kiri: foto Ratna Sarumpaet dengan wajah lebam, yang diakuinya akibat penganiayaan, disebar lewat akun Twitter Rachel Maryam pada awal Oktober 2018. Kanan: Foto Ratna yang diambil pada 9 April 2018. Twitter.com/cumarachel (kiri), TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Tiga petugas Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menemui Ratna Sarumpaet di Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Rabu, 24 Oktober 2018. Kedatangan mereka untuk meminta memeriksa Ratna terkait dengan berita bohong tentang penganiayaannya.

    Berita sebelumnya: Besok Giliran Bawaslu Periksa Ratna Sarumpaet, Ini yang Disoal

    Petugas Bawaslu itu mengenakan kemeja lengan panjang putih di balut jaket biru bertuliskan Bawaslu. Mereka tidak menjawab pertanyaan wartawan ihwal tujuan kedatangan. "Nanti ya," kata salah seorang staf Bawaslu sebelum masuk ke ruang Dirkrimum.

    Rencana kedatangan Bawaslu untuk bertemu dengan Ratna memang sudah diagendakan sebelumnya. Bawaslu membutuhkan keterangan Ratna setelah menerima laporan dari Garda Nasional Indonesia serta relawan Pro-Jokowi tentang dugaan pelanggaran kampanye damai dan antihoax. Jika ditemukan unsur pidana pemilu, Bawaslu akan melimpahkan kasus ini ke kepolisian.

    Baca : Pemeriksaan Tambahan, Polisi Gali Operasi Plastik Ratna Sarumpaet

    Dalam laporan ke Bawaslu, Grada Nasional dan relawan Pro-Jokowi menduga Prabowo Subianto ikut menyebarkan berita bohong tentang penganiayaan Ratna. Bahkan mereka menilai Prabowo telah melakukan kampanye hitam dengan menyebarkan kabar bohong itu hingga menciptakan kegaduhan di masyarakat.

    Atas laporan tersebut Bawaslu merasa perlu meminta klarifikasi langsung dari Ratna Sarumpaet


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.