Rizal Ramli Beri Penjelasan tentang Si Ini Brengsek

Reporter:
Editor:

Suseno

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Surya Paloh dan Rizal Ramli. TEMPO/Muhammad Hidayat-M Taufan Rengganis

    Surya Paloh dan Rizal Ramli. TEMPO/Muhammad Hidayat-M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Ekonom Rizal Ramli menjalani pemeriksaan selama lima jam di Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Metro, Rabu, 24 Oktober 2018. Rizal diperiksa atas laporan pengurus Partai Nasdem, Taufik Basari, karena dianggap mencemarkan nama baik Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh.

    Baca: Otto Hasibuan Sesumbar, 50 Ribu Pengacara Siap Bela Rizal Ramli

    "Tadi penyidik sangat bersahabat dan profesional. Saya angkat topi," kata Rizal seusai pemeriksaan.

    Rizal menjelaskan, materi yang ditanyakan penyidik berkaitan dengan isi pernyataannya saat wawancara di TV One dan Kompas TV. Dalam wawancara itu ia menyampaikan tentang meningkatnya impor dan dampaknya terhadap pelemahan rupiah.

    Rizal menegaskan, semua yang diucapkan sama sekali tidak bertujuan menghina, melecehkan, atau merusak nama baik siapa pun. Ia hanya menyampaikan analisa, fakta, dan solusi untuk mengurangi impor agar nilai tukar rupiah menguat. "Jadi bukan untuk merusak nama baik siapa pun," ujarnya.

    Baca: Datangi Polda Metro, Rizal Ramli: Tidak Ada Niat Merusak Nama Surya Paloh

    Ihwal istilah 'Si Ini brengsek', kata Rizal Ramli, tidak mengacu kepada seseorang. Istilah itu ia gunakan untuk menggambarkan suatu kebijakan impor yang ugal-ugalan sehingga merugikan petani. "Impor ugal-ugalan yang merugikan petani itu gula, beras yang kelebihan, garam, nilainya itu Rp 24 triliun," ujarnya. "Bahkan dua kali dari anggaran Departemen Pertanian."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Deretan Kasus Abu Bakar Baasyir, dari Radikalisme ke Terorisme

    Abu Bakar Baasyir dikabarkan akan mendapatkan status bebas. Ini kasus-kasus hukum terkait radikalisme dan terorisme yang menimpa Abu Bakar Baasyir.