Jumat, 16 November 2018

Polisi Buru Kawanan Begal Pengeroyok Seorang Tentara di Bekasi

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Pengeroyokan. huffingtonpost.com

    Ilustrasi Pengeroyokan. huffingtonpost.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Resor Metro Bekasi mengidentifikasi sekelompok begal yang mengeroyok seorang anggota Koramol 01 Tambun, Sersan Kepala Agus Riyanto di Jalan Baru Grand Wisata, Desa Lambangsari, Kecamatan Tambun, Kabupaten Bekasi. Peristiwa pembegalan terjadi pada Rabu dinihari, 24 Oktober 2018.

    "Sebentar lagi kita ungkap dan tangkap," kata Kepala Satuan Reskrim Polres Metro Bekasi, Ajun Komisaris Besar Rizal Marito saat dihubungi Tempo, Kamis, 25 Oktober 2018, soal kasus beberapa begal mengeroyok tentara tersebut.

    Baca : Begal Motor Acungkan Jempol dan Pistol, Ini Kronologinya

    Rizal tak menyebutkan identitas para pelaku yang mengeroyok korban hingga mengalami luka bacok di punggung. Sebab, menurut Rizal para tersangka berjumlah delapan orang tersebut sedang dilakukan pengejaran oleh petugas gabungan.

    "Kami masih di lapangan mengejar pelaku," kata Rizal.

    Sersan Kepala Agus Riyanto mengalami luka bacok di punggung dan pinggang akibat disabet senjata tajam jenis parang.

    Tentara ini duel dengan delapan orang yang berupaya membegalnya ketika hendak pulang dari menyambangi masyarakat di Desa Lambangsari, Tambun Selatan sekitar pukul 01.30 WIB.

    Simak juga :
    Dewan Pengupahan DKI Usul 3 Besaran UMP 2019 ke Anies Baswedan, Nominlanya?

    Kalah jumlah, korban melarikan diri menuju ke Rumah Sakit Hermina Grand Wisata. Sampai di sana, Agus ditolong oleh petugas keamanan dibawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) untuk mendapatkan pertolongan pertama sebelum dirujuk ke RSPAD Gatot Subroto, Jakarta.

    Dalam peristiwa itu, korban 8 begal ini kehilangan sebuah dompet yang berisi uang dan surat berharga. Adapun, kondisi korban saat ini terus membaik dalam perawatan di rumah sakit.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tangis Baiq Nuril, Korban Pelecehan Yang Dipidana

    Kasus UU ITE yang menimpa Baiq Nuril, seorang guru SMAN 7 Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengundang tanda tanya sejumlah pihak.