Alternatif Sampah Bantargebang, World Bank Bantu Danai ITF Sunter

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno meresmikan pencanangan Fasilitas Pengolahan Sampah dalam Kota (ITF) di Sunter, Jakarta Utara, Minggu, 20 Mei 2018. TEMPO/Syafiul Hadi

    Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno meresmikan pencanangan Fasilitas Pengolahan Sampah dalam Kota (ITF) di Sunter, Jakarta Utara, Minggu, 20 Mei 2018. TEMPO/Syafiul Hadi

    TEMPO.CO, Jakarta -Proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga sampah atau intermediate treatment facility (ITF) Sunter saat ini telah mendapatkan investor. The International Finance Corporation (IFC) menjadi investor proyek senilai Rp3 triliun tersebut.

    “IFC itu dari World Bank grup. Investor dibantu carikan oleh perusahaan Fortum Power and Heat Oy,” ujar SM Corporate Secretary PT Jakpro Hani Sumarno saat dihubungi Tempo. Kamis, 25 Oktober 2018 terkait proyek pengolahan sampah itu.

    Baca : Cegah Gaduh Sampah, TPPAS Nambo Ditargetkan Beroperasi 2020

    Hani menjelaskan Fortum Power and Heat Oy merupakan perusahaan listrik asal Finlandia. Perusahaan itu sebelumnya telah mengikuti tender yang diadakan oleh PT Jakarta Propertindo (Jakpro) selaku Badan Usaha Milik Daerah yang mengerjakan proyek ITF Sunter.

    Kedua perusahaan ini lalu membentuk join venture company untuk mengerjakan proyek pembangkit listrik sampah pertama di Indonesia.

    Hani mengatakan untuk proyek ITF Sunter sama sekali tak menggunakan dana APBD DKI Jakarta. Sehingga, pendanaan proyek tersebut sepenuhnya adalah investasi. “Saya belum bisa sampaikan skema pengembaliannya. Saat ini ada beberapa skema yang lagi dibahas. Desember nanti skemanya keluar,” kata Hani.

    Sopir truk sampah DKI berkumpul di dekat Stadion Patriot usai truknya dihentikan Dishub Bekasi, Rabu 17 Oktober 2018. Tempo/Adi Warsono

    Lebih lanjut, Hani mengatakan saat ini Jakpro sedang fokus dengan penyiapan lahan yang akan digunakan untuk ITF Sunter. Menurut dia, jangan sampai masalah lahan membuat proyek pengerjaan ITF terganggu.  “Kami lagi utak-atik di rumah sendiri, (kalau) sama investor semoga beres,” ujar dia.

    Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berencana memulai groundbreaking ITF Sunter pada Desember 2018.

    Simak pula :
    Dewan Pengupahan DKI Usul 3 Besaran UMP 2019 ke Anies Baswedan, Nilanya?

    Anies berharap dengan adanya ITF Sunter pengolahan sampah di Jakarta dapat tertangani dan terkelola dengan baik. "Sehingga masalah-masalah dengan Bekasi soal Bantargebang bisa tertangani," ujar Anies.

    Kepala Dinas Lingkungan Hidup Isnawa Adji menyebutkan ITF Sunter nantinya dapat mengelola sampah sebanyak 2.200 ton dan menghasilkan listrik sebesar 35 megawatt. Namun, jumlah sampah yang dapat dikelola ITF masih lebih rendah dari sampah yang dihasilkan oleh Jakarta, yakni sekitar 7.000 ton per hari.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Konflik Lahan Era SBY dan 4 Tahun Jokowi Versi KPA

    Konsorsium Pembaruan Agraria menyebutkan kasus konflik agraria dalam empat tahun era Jokowi jauh lebih banyak ketimbang sepuluh tahun era SBY.