Hoax Ratna Sarumpaet, Polisi Akan Konfrontir 3 Saksi Kunci

Reporter:
Editor:

Untung Widyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tersangka kasus hoax Ratna Sarumpaet menjalani pemeriksaan tambahan pada Kamis, 11 Oktober 2018. Tempo/Adam Prireza

    Tersangka kasus hoax Ratna Sarumpaet menjalani pemeriksaan tambahan pada Kamis, 11 Oktober 2018. Tempo/Adam Prireza

    TEMPO.CO, Jakarta –  Polda Metro Jaya terus menyidik kasus informasi bohong alias hoax  dengan tersangka Ratna Sarumpaet. Rencananya, usai salat Jumat, 26 Oktober 2018  penyidik memeriksa tiga saksi kunci yaitu Dahnil Anzar Simanjuntak, Nanik S. Deyang dan Said Iqbal.

    “Rencananya akan dilakukan konfrontir terhadap keterangan mereka," ucap juru bicara Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono di Polda Metro, Kamis, 25 Oktober 2018.

    Baca juga: Kasus Ratna Sarumpaet, Polisi Gali Ini dari Atiqah Hasiholan

    Menurut Argo, penyidik perlu mengkonfrontir ketiga saksi tersebut karena ada beberapa keteragan yang belum sesuai antara satu dengan yang lainnya.

    "Mereka Insyaallah datang," ujarnya.

    Penyidik, katanya, masih membutuhkan keterangan saksi untuk menyelesaikan berkas perkara Ratna Sarumpaet.

    "Pemeriksaan saksi belum selesai. Ada beberapa yang harus dicocokan antara keterangam saksi satu dengan yang lainnya," kata Argo di Polda Metro, Kamis, 25 Oktober 2018.

    Baca: Nanik S Deyang Beberkan Kebohongan Ratna Sarumpaet

    Polisi memang sudah memeriksa Said Iqbal, Dahnil Anzar, dan Nanik S Deyang dalam waktu yang berbeda. Selain mereka, sejumlah saksi lain turut diperiksa, yakni Plt Kadisparbud DKI Asiantoro, sopir dan staf Ratna Sarumpaet, hingga Atiqah Hasiholan.

    Nanik S Deyang merupakan Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.  Dahnil Anzar  adalah  Ketua Pemuda Muhammadyah dan Koordinator Juru Bicara pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno

    Baca: Menolak Diperiksa Bawaslu, Ratna Sarumpaet Mengaku Kurang Fit.

    Sementara Said Iqbal adalah Ketua Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan dekat dengan Prabowo Subianto.   Said Iqbal diperiksa penyidik Polda Netro Jaya karena namanya disebut Ratna Sarumpaet.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.