Jumat, 16 November 2018

Viral Penculikan Anak di Sekolah Dasar Depok, Polisi: Hoax Lagi

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi hoax atau hoaks. shutterstock.com

    Ilustrasi hoax atau hoaks. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Depok - Kabar penculikan anak kembali viral di media sosial. Kali ini kabar menyebut penculikan terhadap siswa SD Al Khairiyah Cilodong, Kota Depok. Pesan berantai melalui aplikasi percakapan whatsapp tersebar dengan menyebutkan bahwa pelaku penculikan menggunakan mobil.

    Baca:
    Bikin Resah, Penyebar Hoax Kasus Penculikan Anak Diburu Polisi

    “Polisi telah meminta keterangan saksi bahwa berita itu tidak benar atau hoax,” ujar Kepala Sub Bagian Humas Polres Kota Depok, Ajun Komisaris Firdaus, Kamis 25 Oktober 2018.

    Kepala SD Al Khariyah Acu Setiawan, kata Firdaus, telah memberi klarifikasi. Acu menyatakan telah mengecek jumlah siswa bersamaan dengan pesan penculikan tersebar.

    "Berita penculikan itu tersebar pukul 12.30. Pas dicek oleh Kepsek jumlah siswa lengkap," kata Firdaus mengungkapkan.

    Untuk menguatkan, polisi juga meminta keterangan dari seorang guru bernama Siti Sudaryati. Hasilnya sama, yakni membantah berita penculikan. Ia juga menjelaskan bahwa pemilik Yayasan Al Khairiyah mendapat laporan dari orang tua. “Tidak yang merasa kehilangan anak.” 

    Baca:
    Dua Kapolsek Tegaskan Penculikan Incar Organ Anak Hoax

    Firdaus mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya jika menerima informasi melalui media sosial. Informasi diminta dicek dulu kebenarannya sebelum disebar.

    “Karena jika apa yang mereka share tidak benar atau hoax dapat dijerat undang-undang ITE," kata Firdaus.

    Kabar penculikan anak di Kota Depok ini tak berselang lama dari hoax di Bojonggede. Penculikan sempat tersebar luas dengan modus pelaku incar organ anak untuk dijual. Ternyata foto yang menyertai penyebaran kabar itu adalah tersangka pencurian handphone.

     

     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Tangis Baiq Nuril, Korban Pelecehan Yang Dipidana

    Kasus UU ITE yang menimpa Baiq Nuril, seorang guru SMAN 7 Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengundang tanda tanya sejumlah pihak.