Anies Baswedan ke Argentina, Siapa Jadi Pelaksana Tugas Gubernur?

Reporter:
Editor:

Suseno

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kiri) berbincang dengan Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Moazzam Malik (kanan), saat berjalan menuju Masjid Fatahillah, kompleks Balai Kota DKI Jakarta, untuk melaksanakan salat Jumat, 26 Oktober 2018. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kiri) berbincang dengan Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Moazzam Malik (kanan), saat berjalan menuju Masjid Fatahillah, kompleks Balai Kota DKI Jakarta, untuk melaksanakan salat Jumat, 26 Oktober 2018. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bertolak ke Buenos Aires, Argentina, Sabtu dinihari, 27 Oktober 2018. Di sana Anies akan menjadi pembicara dalam pertemuan Urban 20 Mayors Summit atau U20 yang digelar pada 29-31 Oktober 2018. Anies bakal memaparkan pengalaman Pemerintah Daerah Jakarta mengelola integrasi dan inklusi sosial.

    Baca: Anies Baswedan Berangkat ke Argentina Malam Ini, Apa Agendanya?

    Kepala Biro Kepala Daerah dan Kerjasama Luar Negeri (KDH-KLN) DKI, Mawardi, mengatakan Sekretaris Daerah Jakarta Saefullah telah ditunjuk menjadi Pelaksana Harian (Plh) Gubernur. "Pak Sekda jadi pengganti hariannya," kata Mawardi melalui telepon.

    Menurut Mawardi, Saefullah akan menggantikan Anies memimpin beberapa agenda rapat harian, pembahasan, serta menerima kunjungan tamu. Namun untuk kebijakan, tetap diputuskan oleh Anies sepulangnya dari Argentina. "Sampai saat ini belum ada agenda krusial yang sangat membutuhkan kehadiran Pak Anies," kata dia.

    Dalam pertemuan U20, Anies Baswedan juga akan menyampaikan pentingnya bagi kota-kota di dunia, untuk kembali memfokuskan pada pembangunan kualitas manusia. Sebab, ia menganggap kemiskinan yang terjadi di kota besar masuk dalam kategori ekstrem. 

    Menurut Anies, selama ini pembangunan memperhatikan kemiskinan di daerah rural, tapi kemiskinan di daerah urban justru malah terlewatkan. Hal itu, kata dia, yang menjadi salah satu faktor penyebab integrasi sosial di kota menjadi lebih sulit.

    Berita lain: Anies Baswedan Berang dengan Ancaman Wali Kota Bekasi Soal Sampah

    "Karena lokasinya padat, penduduknya itu terkumpul, tapi secara sosial ekonomi kesenjangannya luas," ujar Anies Baswedan pada Jumat, 26 Oktober 2018.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Beda Kerusuhan Mei 2019 dengan Kengerian di Ibu Kota 1998

    Kerusuhan di Jakarta pada bulan Mei terjadi lagi, namun kejadian di 2019 berbeda dengan 1998. Simak kengerian di ibu kota pada akhir Orde Baru itu.