Usai Aksi Bela Tauhid, Ini Kondisi Gedung PBNU dan GP Ansor

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kantor PBNU di Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, masih dijaga ketat untuk mengantisipasi unjuk rasa susulan, Sabtu, 27 Oktober 2018. TEMPO/Imam Hamdi

    Kantor PBNU di Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, masih dijaga ketat untuk mengantisipasi unjuk rasa susulan, Sabtu, 27 Oktober 2018. TEMPO/Imam Hamdi

    TEMPO.CO, Jakarta - Polisi masih terus memantau situasi sekitar Gedung Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan GP Ansor di Jalan Kramat Raya, usai demonstrasi pembakaran bendera Jumat lalu.

    Baca: PBNU Berharap Tidak Ada Lagi Demonstrasi Pembakaran Bendera

    "Pengawasan masih dilakukan. Tapi kami tidak menempatkan personel khusus di kedua tempat itu," kata Kepala Polsek Senen Komisaris Muhammad Syafei saat dihubungi, Sabtu, 27 Oktober 2018.

    Menurut Syafei, kondisi di kedua gedung tersebut juga sudah kondusif usai unjuk rasa Aksi Bela Tauhid pada Jumat kemarin. Namun, polisi tetap terus berkoordinasi dengan petugas keamanan di internal gedung PBNU dan GP Ansor untuk terus berjaga. "Kami pastikan kondisi sudah aman dan kondusif."

    Ia meminta masyarakat agar tidak terpancing jika ada informasi yang beredar. Menurut dia, masyarakat perlu mengecek informasi yang diterima. "Sebab banyak hoax yang justru memperkeruh suasana."

    Baca: Penjagaan di Kantor PBNU Masih Ketat, Ini Alasannya

    Pantauan Tempo di gedung PBNU dan GP Ansor masih ada polisi yang berjaga di pos pengamanan. Dari kedua gedung tersebut, gedung PBNU lebih memperketat penjagaan. Sedangkan, gedung GP Ansor hanya dijaga satu orang petugas keamanan internal dan seorang polisi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.