Usai Didemo Massa Aksi Bela Tauhid, Penjagaan GP Ansor Dikurangi

Anggota Banser berjaga di kantor GP Ansor, Jalan Kramat Raya, Nomor 164, Jakarta Pusat, Jumat, 26 Oktober 2018. Tempo/M Yusuf Manurung

TEMPO.CO, Jakarta - Kantor GP Ansor mengurangi penjagaan hari ini, usai demonstrasi pembakaran bendera pada Jumat kemarin.

Baca: Puluhan Banser Antar Jenazah Anggota GP Ansor Jatmiko ke Pemakaman

"Hari ini tidak ada penambahan jumlah petugas yang mengamankan kantor. Yang jaga seperti biasa hanya satu orang," kata anggota keamanan kantor GP Ansor Andi Umbu, Sabtu, 27 Oktober 2018.

Pada Jumat kemarin, Kantor PBNU dan GP Ansor sempat dijadikan lokasi unjuk rasa Aksi Bela Kalimat Tauhid. Aksi tersebut digalang massa dari Front Pembela Islam (FPI), Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF), dan Laskar Pembela Islam.

Demonstrasi tersebut merespons pembakaran bendera oleh Banser NU di Garut, Jawa Barat, di tengah peringatan Hari Santri Nasional 22 Oktober 2018.

Menurut Andi, sudah tidak ada lagi masalah terkait pembakaran bendera tersebut. Pengurus GP Ansor pun telah memberkan keterangan kepada media terkait pembakaran bendera yang terjadi di Garut.

"Jadi tidak ada masalah lagi. Harapan kami situasi kondusif dan kami juga diminta agar tidak terpancing," ujarnya.

Pantauan Tempo di kantor GP Ansor hanya ada satu petugas keamanan internal dan seorang polisi yang berjaga. Pemandang tersebut berbeda dengan pengamanan di kantor PBNU yang berjarak sekitar 100 meter dari kantor GP Ansor.

Baca: Batal Demo Pembakaran Bendera di PBNU, HMI: Ada Intervensi ...

Di kantor PBNU sedikitnya ada tiga anggota polisi dan dua orang anggota TNI yang berjaga di pos pengamanan gedung. Satu unit motor polisi juga terparkir di depan gedung. Sedangkan palang pintu gerbang masuk ditutup setengah untuk memeriksa tamu sebelum masuk gedung.






Tragedi Kanjuruhan, GP Ansor DKI Gelar Tahlilan Bersama Aremania dan Bonek

2 hari lalu

Tragedi Kanjuruhan, GP Ansor DKI Gelar Tahlilan Bersama Aremania dan Bonek

GP Ansor DKI Jakarta bersama Aremania dan Bonek menggelar tahlil dan doa untuk ratusan korban jiwa akibat tragedi Kanjuruhan


Jokowi Bertemu KAHMI di Bogor, Janji ke Palu Akhir November

7 hari lalu

Jokowi Bertemu KAHMI di Bogor, Janji ke Palu Akhir November

Jokowi juga memberikan sejumlah arahan soal peran KAHMI ke depan untuk turut berkontribusi dalam pembangunan nasional.


PBNU Ungkap Alasan Undang Organisasi Hindu Sayap Kanan India ke Forum R20

7 hari lalu

PBNU Ungkap Alasan Undang Organisasi Hindu Sayap Kanan India ke Forum R20

Ketua Umum PBNU K.H. Yahya Cholil Staquf mengatakan sedang dalam proses membangun dialog dengan pemerintah India dan organisasi Hindu RSS.


Ulama Mesir Syekh Yusuf Al Qaradawi Wafat, Pernah Berpesan kepada Nahdlatul Ulama

9 hari lalu

Ulama Mesir Syekh Yusuf Al Qaradawi Wafat, Pernah Berpesan kepada Nahdlatul Ulama

Syekh Yusuf Al Qaradawi, ulama dan cendekiawan Mesir itu wafat pada Senin, 26 September 2022. Ia pernah datang ke kantor PBNU, ini pesannya.


PBNU Sebut Perlu Komunikasi dengan Israel untuk Membantu Palestina

11 hari lalu

PBNU Sebut Perlu Komunikasi dengan Israel untuk Membantu Palestina

Ketua umum PBNU Yahya Cholil Staquf menyebut pembicaraan dengan Israel perlu dilakukan untuk mempertanyakan nasib Palestina.


Tolak BBM Naik, Mahasiswa HMI dan GMNI Gelar Demo di Depan DPRD Kabupaten Tangerang

16 hari lalu

Tolak BBM Naik, Mahasiswa HMI dan GMNI Gelar Demo di Depan DPRD Kabupaten Tangerang

Jika tuntutan tolak BBM naik dan IKN tidak direalisasikan, mahasiswa HMI dan GMNI Kabupaten Tangerang akan mengerahkan massa yang lebih besar.


PBNU Temui Menteri Urusan Islam Arab Saudi, Berantas Terorisme dan Ekstrimisme di Dunia

19 hari lalu

PBNU Temui Menteri Urusan Islam Arab Saudi, Berantas Terorisme dan Ekstrimisme di Dunia

PBNU menjalin kerja sama untuk memberantas terorime dan ekstrimisme di dunia bersama Kerajaan Arab Saudi.


KPK Kembali Periksa Saksi Untuk Mardani H Maming Hari Ini

24 hari lalu

KPK Kembali Periksa Saksi Untuk Mardani H Maming Hari Ini

KPK kembali memeriksa saksi untuk tersangka kasus korupsi pengalihan IUP di Kabupaten Tanah Bumbu, Mardani H Maming.


Ketua DPRD Lumajang Mundur karena Tak Hafal Pancasila, PKB: Keselip Lidah

24 hari lalu

Ketua DPRD Lumajang Mundur karena Tak Hafal Pancasila, PKB: Keselip Lidah

PKB Jawa Timur akan memanggil Anang Ahmad Syaifuddin yang meletakkan jabatannya setelah viral video ia tak lancar saat melafalkan Pancasila.


PBNU Maklumi Keputusan Pemerintah Menaikkan Harga BBM

28 hari lalu

PBNU Maklumi Keputusan Pemerintah Menaikkan Harga BBM

PBNU memahami alasan pemerintah menaikkan harga BBM.