Hujan Lokal Bayangi Pertandingan Timnas U-19 Indonesia Vs Jepang

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi hujan petir di Jakarta. Dok.TEMPO

    Ilustrasi hujan petir di Jakarta. Dok.TEMPO

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi akan hujan di sebagian besar kawasan Jakarta, malam ini Minggu 28 Oktober 2018. Masuk dalam prediksi itu adalah Stadion GBK Senayan yang akan menggelar pertandingan timnas U-19 Indonesia Vs Jepang.

    Baca berita sebelumnya:
    Indonesia Vs Jepang, Calo Lipat Gandakan Harga Tiket Piala Asia U-19 
    Rela Datang Langsung Demi Dukung Timnas U-19 Indonesia Vs Jepang

    Prediksi BMKG menyebutkan hanya wilayah Jakarta Timur yang akan memiliki cuaca berawan pada malam ini. “Untuk Jakarta Selatan, Jakarta Barat, Jakarta Pusat, dan Jakarta Utara diguyur hujan lokal,”  ujar juru bicara BMKG Hary Tirto Djatmiko melalui siaran pers, Minggu 28 Oktober 2018.

    BKMG, kata Hary, menghimbau masyarakat mewaspadai potensi hujan petir dan angin kencang meski durasi singkat di antaranya di Jakarta Barat dan Jakarta Selatan pada petang dan malam. Hujan masih akan mengguyur sebagian wilayah Jakarta sampai dini hari.

    “Hujan ringan di Kepualauan Seribu, Jakarta Utara, Jakarta Barat dan Jakarta Selatan,” kata Hary.

    Baca juga:
    Akhir Pekan, BMKG Prediksi Depok, Tangsel, dan Bogor Diguyur Hujan

    Suhu udara di Jakarta pada malam hari ini diperkirakan berkisar 24-32 derajat Celcius. Kelembapan udara antara 70-95 persen. Angin yang bertiup yakni angin barat laut-timur dengan kecepatan 05-22 kilometer/jam.

    BMKG memperkirakan wilayah yang diguyur hujan pada malam yakni Jakarta Selatan dan Utara akan memiliki kecepatan angin 4 kilometer per jam. Di Jakarta Pusat, angin diperkirakan bertiup dengan kecepatan 9 kilometer/jam. Jakarta Timur kecepatan angin juga 9 kilometer/jam. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.