2 Ahli Pidana Nilai Cuit Ahmad Dhani Tak Kandung Ujaran Kebencian

Reporter

Editor

Ali Anwar

Dua ahli pidana memberi kesaksiannya dalam persidangan lanjutan dugaan ujaran kebencian dengan terdakwa Ahmad Dhani di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin, 29 Oktober 2018. Keduanya adalah Pakar hukum pidana Universitas Muhammadiyah Chairul Huda dan dosen pascasarjana Universitas Pakuan Bogor Yongki Fernando. TEMPO/Nurdiansah

TEMPO.CO, Jakarta - Ahli hukum pidana Chairul Huda dan Yongki Fernando,  menilai cuitan terdakwa Ahmad Dhani melalui akun twitter tidak mengandung unsur ujaran kebencian, soal suku, agama dan ras antar golongan (sara).

Baca juga: Sidang Ujaran Kebencian, Ahmad Dhani Hadirkan Dua Ahli Pidana

"Tidak ada unsur ujaran kebencianya dan SARA," kata ahli hukum pidana Universitas Muhammadiyah Chairul Huda yang menjadi saksi ahli dalam persidangan dengan terdakwa Ahmad di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin, 29 Oktober 2018.

Adapun cuit Ahmad Dhani yang dimaksud, yakni yang berbunyi "Yang menistakan agama si Ahok...yang diadili KH Ma'ruf Amin..."

Lalu twit kedua berbunyi "siapa saja dukung penista agama adalah bajingan yang perlu diludahi mukanya-ADP." Dan twit terakhir berbunyi "kalimat sila pertama KETUHANAN YME, PENISTA Agama jadi Gubernur...kalian WARAS??? - ADP."

Dalam persidangan, kuasa hukum Ahmad Dhani, Hendarsam, bertanya ihwal cuit “siapa saja dukung penista agama adalah bajingan yang perlu diludahi mukanya-ADP” apakah mengandung ujaran kebencian atau tidak. Menurut dia, cuit tersebut bukan ujaran kebencian.

Chairul mendefinisikan ujaran kebencian bukan merupakan suatu pendapat. Ujaran kebencian merupakan upaya seseorang untuk melekatkan predikat tertentu terhadap seseorang atau kelompok. Sedangkan, cuitan Dhani merupakan pendapat subjektif

"Ujaran kebencian ada rasa tidak suka, bukan sekedar pendapat. Ujaran kebencian melekat terhadap keadaan tertentu," ujar Chairul. "Ujaran kebencian atas dasar SARA."

Chairul menjelaskan, dalam kalimat "siapa saja dukung penista agama adalah bajingan yang perlu diludahi mukanya" yang ditulis Dhani tidak termasuk ujaran kebencian maupun hal yang mengandung SARA.

Sebagai contoh, kata dia, jika ada orang yang mengidentifikasikan orang Arab pelit. Frase kalimat orang Arab pelit ini sudah mampredikatkan orang kepada resiko ras. Tapi, bukan termasuk ujaran kebencian. "Kalau ujaran kebencian itu ada rasa yang sangat tidak suka yang ditujukan ke seseorang."

Sehingga, kata Chairul, cuit Ahmad Dhani yang mengandung frasa “siapa saja dukung penista agama adalah bajingan yang perlu diludahi mukanya,” maka bukan suatu ujaran kebencian atau yang mengandung SARA. "Tidak ada hubungannya dengan SARA (cuit Ahmad Dhani)," ujar Chairul.

Jadi, Chairul menambahkan, jaksa tidak bisa mendakwa dengan Pasal 45 A Ayat 2 juncto Pasal 28 Ayat 2 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik juncto Pasal 55 Ayat 1 ke 1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

Pasal 28 ayat 2 berbunyi “setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).”

Sedangkan, Pasal 45 A ayat 2 berbunyi “setiap orang yang memenuhi unsur sebagimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (1) atau ayat (2) dipidana penjara paling lama 6(enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1 miliar.”

"Dakwaan pasal tersebut menyatakan perasaan kebencian atau permusuhan terhadap individu atah kelompok orang berdasarkan SARA," ujar Chairul.

Baca juga: Lantaran Fadli Zon Tak Hadir, Sidang Ahmad Dhani Ditunda

Sedangkan, menurut dia, cuit Ahmad Dhani tidak mengandung unsur SARA. "Katakan lah beliau (Ahmad Dhani) benar mentwit sesuai dengan yang didakwakan, maka ini harus diputus lepas dari segala tuntutan hukum karena sama sekali perbuatannya bukan tindak pidana."

Saksi pidana lainnya yang hadir dalam persidangan, yakni Yongki Fernando, dosen pascasarjana Universitas Pakuan Bogor  berpendapat sama dengan Chairul. Usai Yongki memberi keterangan sidang kasus Ahmad Dhani ditutup dan dilanjutkan kembali Senin pekan depan, dengan agenda pemeriksaan saksi.






Dewa 19 feat Ello Ajak Penonton Joget hingga Galau Bareng di We The Fest 2022

8 hari lalu

Dewa 19 feat Ello Ajak Penonton Joget hingga Galau Bareng di We The Fest 2022

Dewa 19 feat Ello tetap ingin tampil maksimal membawakan lagu lama dan baru di hari ketiga We The Fest 2022 meski dalam waktu yang singkat.


Isu Pertalite Boros, Konsumen Bisa Buktikan dengan Cara Ini

10 hari lalu

Isu Pertalite Boros, Konsumen Bisa Buktikan dengan Cara Ini

Pengujian itu membutuhkan dua sampel Pertalite, yaitu Pertalite harga lama dan yang baru.


Susul Eks Jaksa KPK, Jaksa Depok Ikut Laporkan Alvin Lim karena Sebarkan Narasi Penghinaan

12 hari lalu

Susul Eks Jaksa KPK, Jaksa Depok Ikut Laporkan Alvin Lim karena Sebarkan Narasi Penghinaan

Anggota Kejaksaan Negeri Kota Depok mewakili Persatuan Jaksa Republik Indonesia (Persaja) melaporkan Alvin Lim ke Mapolres Metro Depok.


Eks Jaksa KPK Laporkan Advokat Alvin Lim Soal Kejaksaan Sarang Mafia, Polisi Sedang Selidiki

12 hari lalu

Eks Jaksa KPK Laporkan Advokat Alvin Lim Soal Kejaksaan Sarang Mafia, Polisi Sedang Selidiki

Polda Metro Jaya mendalami laporan Persatuan Jaksa Republik Indonesia terhadap advokat Alvin Lim dengan tuduhan menyebarkan berita bohong.


Edy Mulyadi Divonis Penjara 7,5 Bulan, Polri Hormati Putusan Majelis Hakim

21 hari lalu

Edy Mulyadi Divonis Penjara 7,5 Bulan, Polri Hormati Putusan Majelis Hakim

Vonis ini berarti Edy Mulyadi bebas dari tahanan karena telah menjalani penahanan.


Dewa 19 Bakal Konser di JIS, Jakpro Sebut Siap Tampung 60 Ribu Penonton

24 hari lalu

Dewa 19 Bakal Konser di JIS, Jakpro Sebut Siap Tampung 60 Ribu Penonton

Band legendaris Indonesia, Dewa 19, bakal menggelar konser "30 Tahun Dewa 19 Berkarya" di Jakarta International Stadium (JIS)


Deolipa Dilaporkan ke Polres Jaksel Gara-gara Menyuruh Angel Lelga Bertaubat

31 hari lalu

Deolipa Dilaporkan ke Polres Jaksel Gara-gara Menyuruh Angel Lelga Bertaubat

Eks pengacara Bharada E Deolipa Yumara sedang panen laporan ke polisi. Kali ini gara-gara menyuruh Angel Lelga bertaubat.


Tips Jadi Konten Kreator, Tetap Cuan Sesuai Community Guideline

58 hari lalu

Tips Jadi Konten Kreator, Tetap Cuan Sesuai Community Guideline

Pilihan karier menjadi konten kreator semakin diminati anak muda. Agar tetap cuan, penting bagi konten kreator ikuti community guideline ini.


Dewa 19 Rilis Ulang Lagu Still I'm Sure We'll Love Again Bareng Virzha dan Ello

59 hari lalu

Dewa 19 Rilis Ulang Lagu Still I'm Sure We'll Love Again Bareng Virzha dan Ello

Dewa 19 merilis ulang Still I'm Sure We'll Love Again, lagu dari album Format Masa Depan yang aslinya menampilkan vokal Ari Lasso.


Ayah dan Ibu Meninggal Akibat Kecelakaan, Gitaris Dewa 19 Dikuatkan Teman Musisi

1 Agustus 2022

Ayah dan Ibu Meninggal Akibat Kecelakaan, Gitaris Dewa 19 Dikuatkan Teman Musisi

Gitaris Dewa 19, Vega Antares mendapat banyak dukungan dari teman-teman sesama musisi setelah kedua orang tuanya meninggal akibat kecelakaan mobil.