Lion Air Jatuh, Muthia: Ayah Kasih Diary dan Jangan Tinggal Salat

Reporter:
Editor:

Ali Anwar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Muthia Noor Safitri bersama ibunya Myrna Julia dan adik Emir Nur Fathan dihibur Wakasat Lantas Polrstro Tangerang Komisaris Triyani dan Komisaris Ubaidillah di Crisis Center VIP Bandara Soekarno-Hatta, Senin malam, 29 Oktober 2018, Muthia kehilangan ay7ayahnya, AKBP Sekar Maulana yang menjadi korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610. Tempo/Ayu Cipta

    Muthia Noor Safitri bersama ibunya Myrna Julia dan adik Emir Nur Fathan dihibur Wakasat Lantas Polrstro Tangerang Komisaris Triyani dan Komisaris Ubaidillah di Crisis Center VIP Bandara Soekarno-Hatta, Senin malam, 29 Oktober 2018, Muthia kehilangan ay7ayahnya, AKBP Sekar Maulana yang menjadi korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610. Tempo/Ayu Cipta

    TEMPO.CO, Tangerang - Mutia Noor Safitri terisak. Tangis gadis 12 tahun itu tertahan saat mendengarkan penyampaian duka cita Presiden Joko Widodo atau Jokowi atas musibah jatuhnya Lion Air JT 610 di Crisis Center Gedung VIP Terminal 1 Bandara Soekarno-Hatta, Senin malam, 29 Oktober 2018.

    Baca juga: Basarnas: Lokasi Black Box Lion Air Ditemukan di Tanjung Karawang

    Muthia masih mengenakan seragam sekolah menengah pertama (SMP) putih biru saat bertemu Presiden Jokowi bersama ratusan keluarga korban Lion Air JT 610. Muthia putri Ajun Komisaris Besar Sekar Maulana yang diduga menjadi salah satu korban.

    Saat tragedi pesawat Lion Air JT 610 jatuh di perairan Tanjung Karawang, Muthia, sedang bersekolah. Sekitar pukul 10.00 pagi, berita duka itu sampai ke telinga Muthia. Tangis Muthia kontan meledak.

    "Kakak yang datang menjemput. Dia sebenarnya sedang sakit jadi tidak masuk sekolah," kata Muthia menyebut kakak perempuannya, Salma Noor Febriana (14) pelajar kelas 10 yang pertama menyampaikan bahwa ayah mereka salah satu korban Lion Air jatuh.

    Muthia dan Salma mengatakan ayahnya, Ajun Komisaris Besar Sekar Maulana bertugas di Polda Bangka Belitung. Keluarga polisi ini sebelumnya menetap di Bangka mengikuti ayahnya sejak menjadi Kepala Polres Bangka.

    "Lima tahun kami di Bangka, baru setahun ini karena tahun ajaran baru, kami bersekolah di Jakarta," ujar Salma di Crisis Center VIP Bandara Soekarno-Hatta.

    Di Jagakarsa Jakarta, Salma dan Muthia tinggal bersama ibu mereka Myrna Julia dan dua adiknya, Emir Nur Fathan (5) dan si bungsu yang masih balita, Almira Noor Sabrina.

    Muthia bercerita pada hari Ahad, 28 Oktober 2018, ayahnya memberi hadiah ulang tahun. "Hadiah buku semacam diary di sampulnya ada tulisan Arab bertuliskan doa berbunyi: robboghfirli warhamni wajburni warfa'ni warjukni wahdini wa'afinii wa'fuannii," kata Muthia dengan mata berkaca-kaca.

    Rupanya hadiah buku catatan itu sangat memberikan kesan bagi Muthia. Apalagi arti dari doa itu:  Tuhan ampunilah aku, sayangilah aku,cukupilah kekuranganku, tinggikanlah derajatku, berikanlah aku rezeki, berikanlah aku petunjuk, sehatkanlah aku, maafkanlah aku. "Saat menyampaikan hadiah itu, Papa bilang jangan tinggalkan salat," kata Muthia.

    Kesan baik terhadap Ajun Komisaris Besar Sekar Maulana juga disampaikan kawan seperjuangan satu tingkat di Akademi Polisi. Sahabat itu tak lain Kapolres Metro Tangerang Komisaris Besar Harry Kurniawan.

    Kepada Tempo, Harry mengatakan dengan Sekar adalah kawan satu angkatan di Akademi Kepolisian (Akpol) Angkatan 92. Keduanya merupakan sahabat baik.

    Baca juga: Kenangan Tetangga, Kopilot Lion Air Jatuh Senang Bercanda

    "Sahabat yang baik. Dia selalu tersenyum, anak Jakarta Timur yang ramah. Dulu berangkat barengan dari Jakarta lewat Kodam Jaya di Cawang pergi ke Akademi Militer Magelang untuk tes seleksi pusat Akpol," kata Harry.

    Sebelumnya, pesawat Lion Air jatuh jatuh dan hlang kontak pada 06.50 WIB. Basarnas telah menemukan puing dan beberapa barang yang diduga berasal dari pesawat Lion Air JT 610 yang dilaporkan hilang kontak.  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.