Kuasa Hukum Sebut Ratna Sarumpaet Alami Depresi Sejak Kasus Makar

Reporter

Editor

Dwi Arjanto

Tersangka kasus hoax Ratna Sarumpaet menjalani pemeriksaan tambahan pada Kamis, 11 Oktober 2018. Tempo/Adam Prireza

TEMPO.CO, Jakarta -Pengacara tersangka kabar bohong atau hoax Ratna Sarumpaet, Insank Nasruddin, menyebut kliennya telah merasa gejala depresi sejak penangkapan kasus makar pada 2 Desember 2016 lalu.

"Pascapenangkapan kasus makar saat 212 dulu Bu RS sudah memiliki trauma dan emosi yang tidak stabil. Di situ ada gejala depresi," kata Insnak ketika Tempo hubungi lewat telepon pada Selasa, 30 Oktober 2018.

Baca : Ratna Sarumpaet Ajukan Lagi Status Tahanan Kota Siang Ini

Sejak saat itu pula, kata Insank, Ratna aktif berkonsultasi dengan beberapa dokter psikiater serta mengonsumsi obat anti depresi. Selama ditahan di Rumah Tahanan Polda Metro Jaya, Ratna tetap aktif mengonsumsi obat tersebut atas sepengetahuan polisi. "Polisi jelas tahu. Tapi apakah polisi mengetahui fungsi obat itu apa tidak, ya, kami tidak tau, ya," ucap Insank.

Polisi hari ini memeriksa dokter psikiater Ratna Sarumpaet, Dr. Fidi. Pemeriksaan tersebut merupakan permintaan yang diajukan oleh tim kuasa hukum Ratna. Insank mengatakan, Ratna rutin berkonsultasi dengan Fidi selama sembilan bulan terakhir sebelum ia ditahan oleh kepolisian pada 5 Oktober 2018 lalu.

Kondisi kesehatan Ratna Sarumpaet juga menjadi alasan tim kuasa hukumnya kembali mengajukan permohonan status tahanan kota. Soalnya, selama mendekam di Rumah Tahanan Polda Metro Jaya, Ratna sempat merasa tidak enak badan sehingga batal menjalani pemeriksaan pada Selasa, 23 Oktober 2018 lalu.

Polisi sebelumnya menetapkan Ratna Sarumpaet sebagai tersangka terkait berita bohong tentang penganiayaannya. Perempuan aktivis itu sebelumnya mengaku dianiaya orang tak dikenal di Bandung. Prabowo dan sejumlah pendukungnya memberikan pernyataan terbuka atas penganiayaan Ratna dan menuntut polisi mengusut tuntas kasus ini.

Simak pula :
Pesawat Lion Air Jatuh, Menhub: Dua Maskapai Cek 9 Boeing 737 Max 8

Belakangan polisi menemukan bukti bahwa penganiayaan itu tidak pernah terjadi. Wajah Ratna Sarumpaet yang babak belur bukan karena kekerasan fisik melainkan efek dari operasi plastik.

Polisi menjerat Ratna Sarumpaet menggunakan Pasal 14 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 46 tentang peraturan hukum pidana dan Pasal 28 juncto Pasal 45 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.






Polres Karawang Periksa Pejabat Pemkab yang Diduga Aniaya Wartawan

1 hari lalu

Polres Karawang Periksa Pejabat Pemkab yang Diduga Aniaya Wartawan

Dua orang wartawan diduga dianiaya dan disekap oleh pejabat di Pemerintahan Kabupaten Karawang


Pimpinan DPRD Depok yang Injak Sopir Truk tetap Terancam Sanksi Meski Sudah Damai

1 hari lalu

Pimpinan DPRD Depok yang Injak Sopir Truk tetap Terancam Sanksi Meski Sudah Damai

Wakil Ketua DPRD Kota Depok Tajudin Tabri tetap terancam sanksi dari Partai Golkar setelah aksinya menginjak sopir truk viral


Polres Karawang Usut Dugaan Penganiayaan terhadap Dua Wartawan oleh Pejabat Pemkab

8 hari lalu

Polres Karawang Usut Dugaan Penganiayaan terhadap Dua Wartawan oleh Pejabat Pemkab

Aldi memastikan pihaknya akan mengusut tuntas kasus dugaan penculikan dan penganiayaan yang dialami dua wartawan oleh pejabat Kabupaten Karawang


Kasus Penganiayaan Sopir Taksi Online di Koja, Tersangka Sudah Bawa Celurit dari Cinere

13 hari lalu

Kasus Penganiayaan Sopir Taksi Online di Koja, Tersangka Sudah Bawa Celurit dari Cinere

Tersangka penganiayaan, yang masih berusia 17 tahun, berdalih sedang mencari pekerjaan ke Jakarta namun kehabisan uang sehingga tak bisa bayar taksi.


Mayat Pria Ditemukan Mengambang di Kali Mookevart, Polisi: Tak Ada Tanda Penganiayaan

14 hari lalu

Mayat Pria Ditemukan Mengambang di Kali Mookevart, Polisi: Tak Ada Tanda Penganiayaan

Kapolsek Cengkareng menduga pria tersebut sudah meninggal sejak sehari yang lalu karena kondisi mayat pria itu sudah mengalami pembengkakan.


Remaja 17 Tahun Aniaya Sopir Taksi Online Karena Tak Punya Uang untuk Bayar Ongkos Taksi

14 hari lalu

Remaja 17 Tahun Aniaya Sopir Taksi Online Karena Tak Punya Uang untuk Bayar Ongkos Taksi

Remaja tersebut tidak mengambil uang atau barang dari sopir taksi online yang ia lukai. Mengaku ingin mencari kerja tapi kehabisan uang.


Polres Ponorogo Gelar Rekonstruksi Kasus Tewasnya Santri Gontor

14 hari lalu

Polres Ponorogo Gelar Rekonstruksi Kasus Tewasnya Santri Gontor

Polres Ponorogo menggelar rekonstruksi kasus dugaan penganiayaan di Pondok Modern Darussalam Gontor yang mengakibatkan salah satu santri tewas


Tawuran Maut Pelajar di Depok Sebabkan Satu Tewas, Polisi: Ngakunya Korban Begal

15 hari lalu

Tawuran Maut Pelajar di Depok Sebabkan Satu Tewas, Polisi: Ngakunya Korban Begal

Tawuran maut antar kelompok pelajar di Kota Depok kembali terjadi, akibatnya seorang pelajar berinisial AZS (20) meninggal dunia terkena sabetan celurit.


Suami Aniaya Istri Hingga Tewas di Tangerang, Lalu Menyerahkan Diri ke Polsek Ciledug

15 hari lalu

Suami Aniaya Istri Hingga Tewas di Tangerang, Lalu Menyerahkan Diri ke Polsek Ciledug

Seorang suami aniaya istrinya hingga tewas di rumahnya, setelah itu ia menyerahkan diri ke Polsek Ciledug Tangerang.


Wali Santri Gontor Korban Penganiayaan Ingin Peluk Para Pelaku

16 hari lalu

Wali Santri Gontor Korban Penganiayaan Ingin Peluk Para Pelaku

Polisi telah menetapkan dua tersangka dalam kasus kematian santri Gontor.