Jumat, 16 November 2018

Sanksi untuk Lion Air Menunggu Dua Investigasi Ini Selesai

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi melihat serpihan pesawat Lion Air JT 610 sembari berbincang dengan Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Muhammad Syaugi dan Menteri Perhubungan Budi Karya saat mengunjungi posko terpadu Pelabuhan JICT 2 Tanjung Priok, Jakarta, Selasa, 30 Oktober 2018. REUTERS

    Presiden Jokowi melihat serpihan pesawat Lion Air JT 610 sembari berbincang dengan Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Muhammad Syaugi dan Menteri Perhubungan Budi Karya saat mengunjungi posko terpadu Pelabuhan JICT 2 Tanjung Priok, Jakarta, Selasa, 30 Oktober 2018. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi berjanji akan menjatuhkan sanksi kepada Lion Air setelah seluruh investigasi selesai. Investigasi bukan hanya terhadap black box dan penyebab pesawat Lion Air jatuh di Tanjung Karawang, tapi terhadap seluruh sembilan unit Boeing 737 Max 8 yang kini dioperasikan maskapai nasional.

    Baca:
    Membandingkan Kondisi Korban Lion Air Jatuh dan AirAsia 2014

    Seperti diketahui Lion Air JT 610 yang jatuh di Tanjung Karawang adalah satu di antara Boeing 737 Max 8 tersebut. Pesawat hilang kontak  dan jatuh ketika menerbangi rute Jakarta-Pangkal Pinang, Senin pagi 29 Oktober 2018.

    “Sanksi baru bisa dilakukan setelah kita tahu apakah kesalahannya itu karena manajemen, pesawat, kru atau SOP (prosedur operasi standar),” kata Menteri Budi Karya saat meninjau Posko Basarnas di JICT II, Tanjung Priok, Selasa 30 Oktober 2018.

    Budi Karya menerangkan, investigasi atas penyebab jatuhnya pesawat Lion Air bernomor registrasi PK-LQP tersebut masih dilakukan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Tim KNKT juga masih menunggu black box pesawat ditemukan.

    Tim Basarnas Special Group (BSG menyelam untuk mencari dan mengevakuasi korban serta puing pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, Selasa, 30 Oktober 2018. Ketua Badan SAR Nasional M. Syaugi mengatakan hingga Selasa (30/10) pukul 17.00 WIB sudah ada 34 kantong jenazah yang dibawa tim SAR dari tempat jatuhnya pesawat. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Baca:
    Basarnas: Penemuan Black Box Lion Air Tinggal Tunggu Waktu

    Bersaman dengan itu, Budi Karya melanjutkan, dilakukan pemeriksaan sembilan pesawat Boeing 737 MAX 8, terdiri dari delapan milik Lion Air dan satu di Garuda Indonesia. "Kemarin kami sudah melayangkan surat kepada Lion Air dan Garuda untuk inspeksi pesawat 737 Max 8 berkaitan dengan beberapa klarifikasi," katanya.

    Lion Air JT 610 jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, pada Senin, 29 Oktober 2018. Pesawat jenis Boeing 737 Max8 itu hilang kontak pada pukul 06.32 WIB, atau sekitar 12 menit setelah take off dari Bandara Soekarno-Hatta.

    Baca:
    Status Pesawat Lion Air Sebelum Jatuh Dinilai Sangat Berbahaya

    Pesawat dengan registrasi PK-LQP itu dipiloti Kapten Bhavye Suneja dan kopilot Harvino. Ikut bersama mereka adalah lima awak kabin dan 181 penumpang tujuan Pangkal Pinang, Bangka Belitung.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tangis Baiq Nuril, Korban Pelecehan Yang Dipidana

    Kasus UU ITE yang menimpa Baiq Nuril, seorang guru SMAN 7 Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengundang tanda tanya sejumlah pihak.