Jumat, 16 November 2018

Cawagub DKI, Gerindra Janji Bersama PKS Tentukan Nama 5 November

Reporter:
Editor:

Ali Anwar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • (ki-ka) Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Mohamad Taufik, calon wakil presiden Sandiaga Uno, Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Lulung AL, dan Mayjen TNI (Purn) Ferrial Sofyan saling bergandengan tangan setelah rapat paripurna DPRD DKI Jakarta di Balai Kota, Jakarta, Senin, 27 Agustus 2018. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    (ki-ka) Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Mohamad Taufik, calon wakil presiden Sandiaga Uno, Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Lulung AL, dan Mayjen TNI (Purn) Ferrial Sofyan saling bergandengan tangan setelah rapat paripurna DPRD DKI Jakarta di Balai Kota, Jakarta, Senin, 27 Agustus 2018. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta -  Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI Jakarta dari Fraksi Partai Gerindra Mohamad Taufik mengatakan penentuan nama calon Wakil Gubernur DKI Jakarta akan ditentukan pada 5 November 2018. Penentuan cawagub DKI, kata Taufik, setelah Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) duduk bersama.

    Baca juga: Gerindra Undang PKS Dialog Soal Cawagub DKI Awal November

    "Kami sudah bersurat ke PKS, mengundang tanggal 5 November 2018 di kantor DPD Gerindra untuk duduk bareng mendiskusikan soal pencalonan wakil gubernur menggantikan Pak Sandi (Sandiaga Uno)," ujar Taufik saat ditemui di Menteng, Jakarta Pusat, Selasa, 30 Oktober 2018.

    Menurut Taufik, surat undangan itu ia tujukan kepada Ketua Dewan Perwakilan Wilayah PKS DKI Jakarta. Alasannya, pemutusan nama cawagub di bahas di level DPD dan DPW. "Tanggal 5 November 2018 pukul 15.00, terbuka. Kami akan berunding, tak ada yang ditutup-tutupi," ujar Taufik.

    Taufik menjelaskan langkah selanjutnya yang akan diambil oleh kedua partai akan ditentukan melalui forum tersebut. Selain itu, ia meminta masalah pemilihan cawagub tak perlu melibatkan petinggi di partai masing-masing. "Ngga usah bawa-bawa (pusat), ketinggian, deh. Ini, kan, urusan tingkat DPD," ujar Taufik.

    Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menyerahkan persoalan cawagub DKI Jakarta kepada Taufik. Prabowo juga mempersilakan kelanjutan pembahasan ihwal kandidat pengganti Sandiaga Uno itu kepada Taufik.

    "Wagub DKI, ya tenang aja nanti you tunggu waktunya pengumuman. Tanya Pak Taufik lah, orangnya ada di sini, tanya siapa," kata Prabowo di Stadion Klender, Jakarta Timur, Rabu, 24 Oktober 2018.

    Soal dua nama yang diajukan PKS, Prabowo lagi-lagi melempar bola kepada Taufik. Kata dia, Taufik yang akan menentukan cawagub DKI Jakarta.

    Dalam sejumlah kesempatan, PKS menyatakan lebih berhak atas kursi DKI 2. Sebab, PKS merasa telah merelakan posisi cawapres tak menjadi jatah kader PKS.

    Presiden PKS Sohibul Iman berulang kali mengatakan, Prabowo sudah berkomitmen memberikan posisi wakil gubernur kepada PKS. PKS juga sudah mengajukan dua nama, yakni mantan Wakil Wali Kota Bekasi Ahmad Syaikhu dan Sekretaris Umum Dewan Pimpinan Wilayah PKS DKI Jakarta Agung Yulianto.

    Sedangkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan enggan memberi komentar soal nama-nama yang saat ini kerap dikatakan akan menjadi pendampingnya di Balai Kota.

    "Soal itu (cawagub), semua adalah hal-hal yang kita dengar dari pernyataan-pernyataan. Selama cuma pernyataan, saya tidak bisa memberikan komentar lebih jauh," kata Anies Baswedan di Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat, 26 Oktober 2018.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tangis Baiq Nuril, Korban Pelecehan Yang Dipidana

    Kasus UU ITE yang menimpa Baiq Nuril, seorang guru SMAN 7 Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengundang tanda tanya sejumlah pihak.