Jumat, 16 November 2018

3 Alasan Target Penyelesaian Skybridge Tanah Abang Meleset 2 Kali

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pedagang membuka lapak di bawah Sky Bridge Tanah Abang di Jalan Jatibaru Raya, Tanah Abang, Jakarta Pusat, 28 Oktober 2018. Tempo/Imam Hamdi

    Pedagang membuka lapak di bawah Sky Bridge Tanah Abang di Jalan Jatibaru Raya, Tanah Abang, Jakarta Pusat, 28 Oktober 2018. Tempo/Imam Hamdi

    TEMPO.CO, Jakarta - Jadwal penyelesaian proyek skybridge Tanah Abang, Jakarta Pusat, kembali mundur untuk yang kedua kalinya.

    Setelah gagal selesai pada 15 Oktober 2018 dan ditargetkan ulang rampung pada 31 Oktober 2018, penyelesaian skybridge atau jembatan layang multifungsi itu kembali meleset.

    Baca : Hari Ini Tenggat Skybridge Tanah Abang, Proyek Masih 90 Persen

    Direktur Utama Perusahaan Daerah Sarana Jaya Yoory C. Pinontoan, selaku penanggung jawab proyek, menjelaskan tiga alasan ngaretnya pembangunan jembatan itu.

    1. Lokasi proyek yang sempit

    Yoory mengatakan lokasi proyek skybridge di Jalan Jati Baru cukup sempit. “Sedangkan pemasangan alat-alat berat itu butuh space,” ujar Yoory saat ditemui di DPRD Jakarta, pada Rabu, 31 Oktober 2018.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tangis Baiq Nuril, Korban Pelecehan Yang Dipidana

    Kasus UU ITE yang menimpa Baiq Nuril, seorang guru SMAN 7 Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengundang tanda tanya sejumlah pihak.